Intip Kebijakan Baru Masa Karantina PPLN 2022, Mulai Maret Mendatang

para pelaku perjalanan luar negeri tetap harus melaksanakan tes PCR sebagai entry test dan exit test pada hari ketiga.

SHUTTERSTOCK/Eduard Goricev
Ilustrasi varian Omicron dari riwayat perjalanan luar negeri. 

TRIBUNPONTIANAKTRAVEL-Menteri Pariwisata dan Ekonomi Kreatif Sandiaga Salahuddin Uno dalam Weekly Press Briefing secara virtual terkait hasil rapat terbatas (ratas) pemberlakuan pembatasan kegiatan masyarakat (PPKM), belum lama ini menyampaikan kebijakan baru masa karantina bagi pelaku perjalanan luar negeri (PPLN).

Nah Tribuners, pemerintah berencana mengurangi durasi karantina menjadi tiga hari pada 1 Maret 2022 mendatang.

"Jika situasi membaik, pemerintah merencanakan hari karantina diturunkan jadi tiga hari bagi yang sudah mendapat booster. Rencananya mulai dilaksanakan pada 1 Maret 2022," kata Sandiaga.

Baca juga: Diperuntukkan Bagi WNI PPLN, Cek Lokasi Karantina dan Persyaratannya

Namun, ia menambahkan bahwa para pelaku perjalanan luar negeri tetap harus melaksanakan tes PCR sebagai entry test dan exit test pada hari ketiga.

"Bagi yang sudah selesai karantina, juga diimbau tetap tes PCR mandiri di hari kelima," tegas Sandiaga.

Baca juga: Cara Mudah Cari Info Desa Wisata Lewat Aplikasi Ini, Cek Yuk!

Indonesia kembali layani penerbangan internasional, Jumat (4/02/2022).
Indonesia kembali layani penerbangan internasional, Jumat (4/02/2022). (DOK KEMENTERIAN PARIWISATA DAN EKONOMI KREATIF)

Hapuskan karantina pelaku perjalanan luar negeri, tetapi...

Jika aktivitas dan kondisi pandemi Covid-19mulai membaik, serta masyarakat menunjukkan kepatuhan yang tinggi, maka pemerintah akan mempertimbangkan untuk menghapus kebijakan karantina bagi pelaku perjalanan luar negeri.

"Seandainya trennya terus menunjukkan hasil yang baik dan tingkat kepatuhan masyarakat kita, serta peningkatan vaksinasi, maka pemerintah mempertimbangkan 1 April (2022) akan jadi tanggal bebas karantina," lanjut dia.

Dengan syarat, pelaku perjalanan luar negeri harus sudah mendapat vaksin dosis kedua sekaligus booster.

Kebijakan ini diharapkan Sandiaga untuk menjadi acuan bagi para pelaku industri.

Baca juga: Berencana Tinggal di Prancis? Ini Dia 10 Kota Terbaik yang Cocok untuk Ditinggali

Khususnya pariwisata bahwa Indonesia telah menuju kebangkitan dan kepulihan ekonomi.

"Tolong ini jadikan acuan dan pedoman bagi pelaku industri, bahwa we are heading into the right direction. Tapi tetap harus hati-hati," ujar Sandiaga.

Salah satu yang harus ditingkatkan adalah kepatuhan masyarakat terhadap protokol kesehatan (prokes).

Baca juga: Jangan Sampai Hambat Proses Check-in, Pahami Aturan Baru Bagasi Pesawat Garuda Indonesia

Pasalnya, ketidakpatuhan masyarakat terhadap prokes menjadi salah satu penyebab tingginya kasus Omicron di Indonesia.

"Karena kami dapat laporan kalau tingkat prokes, pakai masker, cuci tangan, jaga jarak dan lain-lain turun drastis jadi 50 persen. Oleh karena itu, pakai masker, rajin cuci tangan, dan tentunya jaga jarak," sambung Sandiaga.(*)

Sumber: Kompas.com
Ikuti kami di

BERITA TERKINI

© 2022 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved