Penasaran Kenapa Harga Daging Wagyu Mahal, Ini Alasannya

Perawatan yang ekstra dan hati-hati ini membuat daging wagyu memiliki nilai jual yang lebih tinggi dari jenis daging lainnya.

Dok. Shutterstock
Ilustrasi wagyu yang diolah dengan cara teppanyaki. 

TRIBUNPONTIANAKTRAVEL- Siapa yang tak kenal wagyu. Daging asal Jepang ini paling di cari-cari lo Tribuners.

Daging ini memiliki harga yang mahal lantaran teksturnya yang khas dan rasanya yang nikmat.

Dirangkum dari sejumlah sumber, berikut ini adalah alasan di balik mahalnya harga daging wagyu.

Baca juga: Belanja Lebih Efisien dengan Aplikasi Sayur Online Berikut Ini

Teknik perawatan yang ekstra

Dilansir dari situs resmi JNTO, para produsen daging wagyu melakukan perawatan ekstra untuk menjaga keaslian dan kelezatan daging tersebut.

Mereka bahkan memperhatikan garis keturunan sapi ternak guna menghasilkan wagyu berkualitas.

Kompas.com melaporkan, ada juga peternak yang memberi pijatan dan bir untuk sapi mereka.

Hal tersebut dilakukan agar para sapi tidak stres yang kemudian dapat mempengaruhi kualitas daging.

Perawatan yang ekstra dan hati-hati ini membuat daging wagyu memiliki nilai jual yang lebih tinggi dari jenis daging lainnya.

Ilustrasi daging wagyu.
Ilustrasi daging wagyu. (Dok. Shutterstock/Natalia Lisovskaya)

Adapun kualitas daging wagyu dikontrol langsung oleh pemerintah Jepang. Mereka memberikan sertifikasi untuk menentukan kualitas daging yang dihasilkan.

Mengutip Metro.co.uk, para peternak memberi perawatan ekstra pada sapi penghasil wagyu. Sapi-sapi tersebut memiliki diet yang ketat agar bisa dikualifikasi sebagai wagyu berkualitas tinggi.

Sapi dewasa yang tengah hamil dipelihara untuk diperah susunya. Sedangkan, anak sapi diberi makan pengganti susu dan mendapat jaket jika udara sedang dingin.

Baca juga: Serupa Tapi Tak Sama, Ini Bedanya Matcha dan Green Tea

Setelah berusia 7-10 bulan anak sapi akan dipindahkan ke peternakan khusus. Mereka menjalani diet ketat dan salah satu pakannya adalah jerami.

Dilansir dari Business Insider, sapi penghasil wagyu dirawat agar menghasilkan daging yang punya lebih banyak jaringan lemak (marbling) di dalam serabut otot.

Kuaitas marbling yang tinggi membuat daging wagyu memiliki tekstur yang empuk. Semakin tinggi kualitasnya maka semakin mahal pula harganya.

Wagyu versus daging impor lainnya

Daging wagyu terkenal akan harganya yang mahal, bahkan kerap disebut paling mahal di antara daging impor lainnya.

Sebagai perbandingan, sapi Black Angus yang populer di Amerika Serikat (AS) dan Australia harganya mencapai 3.000 dolar AS atau sekitar Rp 47 juta per ekornya.

Sementara itu, sapi penghasil daging wagyu yang sudah siap dijual ke pelelangan harganya bisa mencapai sepuluh kali lipat.

Ilustrasi daging wagyu grade A5.
Ilustrasi daging wagyu grade A5. (Dok. Shutterstock)

Sapi-sapi tersebut bisa dihargai sampai 30.000 dolar AS atau sekitar Rp 470 juta.

Sumber: Kompas.com
Ikuti kami di

BERITA TERKINI

© 2021 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved