Kisah Lukman Mundur dari ASN, Pilih Jadi Food Entrepreneur Sukses Kembangkan Sayap Boedjang Grup

saat membuka usaha bebek ia belajar dari resep orang tua, ia terus berinovasi dan menyesuaikan lidah masyarakat di Pontianak

zoom-inlihat foto Kisah Lukman Mundur dari ASN, Pilih Jadi Food Entrepreneur Sukses Kembangkan Sayap Boedjang Grup
Tribun Pontianak
Lukman owner Bebek Boedjang Pontianak sekaligus Boedjang grup.

TRIBUNPONTIANAKTRAVEL- Pria rantau asal Lampung dan berlanjut ke Jakarta, sampai akhirnya berkuliah dan menjadi seorang ASN dengan penempatan di Kota Pontianak tidak menyurutkan semangat Lukman, seorang ASN kantor pajak berwirausaha.

Pengalaman membantu bibi yang membuka usaha lamongan di Jakarta ternyata menjadi bekal dan membulatkan tekad pria yang merupakan owner Bebek Boedjang sekaligus Boedjang grup tersebut melebarkan sayapnya di dunia kuliner.

Walaupun memang jatuh bangun tentu dirasakan, namun hasil perjuangan itu pun tampak sudah mulai dirasakan ketika kedai bakso dan bebeknya ramai dikunjungi masyarakat hingga mempunyai pelanggan tetap.

Baca juga: Kisah Entrepreneur Woman Asal Pontianak, Sukses Buka Cake and Bakery Store Bisa Dine In dan Cozy

Datang ke Kota Pontianak di tahun 2010, bekal saat membantu sang bibi membuka lamongan di Jakarta coba diterapkan Lukman dengan membuka usaha Bakmie Halim pada 2011.

Namun sayang, berjalan dua tahun usaha yang dirintisnya itu bangkrut karena tidak mendapatkan keuntungan dan malah merugi.

"Awal pertama buka Bakmie Halim 2011, berjalan dua tahun bangkrut. Nombok terus, padahal aku pinjam duit ke Bank pada awal usaha. Sempat stres awal-awal, rekan-rekan udah beli motor dan mobil bagus, kita nombok terus," ceritanya baru-baru ini.

Walau bangkrut, ternyata Lukman tak jera, ia mencoba kembali peruntungan di dunia kuliner. Ia beralih ke menjual hidangan bebek, dan disinilah mulai berhasilnya usaha ia.

Baca juga: Cobain Gurihnya Mie Goreng Panjang Umur Khas Mama Muda Corner

"Setelah itu, buka usaha bebek. Pertama Bebek Bedjo, dan Alhamdulillah berhasil," katanya.

Saat membuka bebek Bedjo yang kini masih beroperasi di kawasan Jalan Pattimura Pontianak, ia masih berstatus PNS di Kantor Pajak.

Namun pada tahun 2018 ia memutuskan mengundurkan diri menjadi PNS, menurut Lukman disitulah momentum dirinya untuk melebarkan sayap agar semakin maju kedepan.

Buktinya, sampai dengan sekarang Lukman sudah ada tujuh brand dari Boedjang Grup. Mulai dari Bebek Bedjo, Bebek Boedjang, Bakso Tyga Sapi (BTS), Nasi Bakar Iga, Soto Semar, Muara Ikan Bakar, hingga Bandar Oedang.

Baca juga: Cobain Lezatnya Mie Aceh Seulanga Kota Pontianak, Gunakan Bumbu Racing yang Khas

Pertahun 2021, sudah ada 18 cabang se-Indonesia, tidak hanya di Pontianak, namun juga di Tanggerang, dan Serang.

Diungkapkan Lukman, saat membuka usaha bebek ia belajar dari resep orang tua, hingga dengan sekarang ia terus berinovasi dan menyesuaikan lidah masyarakat di Kota Pontianak.

"Kita awalnya pakai resep sederhana, dari orang tua. Namun kita dengar kata costumer jika ada asin, amis dan kurang kita sempurnakan. Resep yang sekarang sudah mengalami perubahan kali-kali," ujarnya.

Untuk menjaga rasa dari Bebek Boedjang, Lukman mengatakan ia melakukan pemusatan tempat produksi di satu tempat, sehingga hanya tinggal di distribusikan disetiap cabang yang ada.

"Ada orang kepercayaan yang untuk menimbang bumbu," bebernya.

Sementara untuk menjaga kualitas pelayanan, ia mengatakan Boedjang grup juga terus melakukan training mingguan, rapot hingga audit untuk mempertahankan rasa dan kualitas.

"Di cabang kita training. Jadi cabang-cabang itu seperti sekolah-sekolah, Universitas Boedjang Indonesia, setiap hari harus ada dipelajari," ujarnya.

Namun demikian, Lukman mengakui masa pandemi covid 19 memberikan dampak signifikan kepada pihaknya.

Baca juga: Kisah Owner Kerupuk Basah di Kalbar, Pernah Terima Orderan hingga 5000 Batang Dalam Sehari

Sebelum covid, Lukman mengaku sudah mempunyai 350 karyawan, tetapi ketika ada PPKM ia harus melakukan pengurangan sehingga menjadi 250 karyawan, dan PPKM Darurat ini terus dilakukan pengurangan.

Ikuti kami di

BERITA TERKINI

© 2023 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved