Berikut Fakta Menarik Seputar Edelweis, Bunga Abadi yang Dilindungi Negara

Mekarnya bunga Edelweis di bulan-bulan tersebut dikarenakan pancaran matahari yang masih intensif untuk proses perkembangan Edelweis.

KOMPAS.com/ANGGARA WIKAN PRASETYA
Bunga edeweiss di Gunung Semeru. 

TRIBUNPONTIANAKTRAVEL-  Tribuners, tentu kamu sangat familiar  dengan bunga Edelweis yang berada di gunung.

Bunga dengan nama latin Anaphalis javanica ini banyak tumbuh di gunung-gunung Indonesia.

Bunga Edelweis begitu cantik, sehingga mengundang keinginan banyak pendaki untuk memetiknya dan dibawa pulang.

Namun, memetik bunga Edelweis adalah tindakan yang dilarang dalam aktivitas pendakian.

Pengelola pendakian gunung bahkan menerapkan sanksi tegas bagi mereka yang nekat melakukannya.

Baca juga: 5 Pantai Indah di Aceh yang Wajib Dikunjungi Wisatawan

Salah satunya adalah pihak Basecamp Gunung Prau via Igirmranak yang mewajibkan pendaki mengganti 100 kali lipat jika kedapatan merusak tanaman (memetik Edelweis) selama pendakian.

Bahkan di Gunung Gede Pangrango yang merupakan kawasan konservasi, pendaki yang kedapatan memetik Edelweis bisa dipenjara paling lama lima tahun dan denda paling banyak Rp 100 juta.

Mengapa Edelweis tidak boleh dipetik?

Ada beberapa alasan kenapa bunga Edelweis dilarang dipetik. Salah satunya adalah karena keberadaannya di kawasan konservasi.

“Secara perundang-undangan, segala sesuatu, baik hewan maupun tumbuhan yang ada di kawasan konservasi itu kan dilindungi undang-undang,” kata Ketua Kelompok Tani Edelweiss Hulun Hyang Teguh Wibowo, dilansir dari Kompas.com, Rabu (2/9/2021).

Adapun, larangan memetik bunga Edelweiss itu tercantum dalam Undang-undang Nomor 5 Tahun 1990 pasal 33 ayat 1 dan 2 tentang Konservasi Sumber daya Hayati Ekosistem.

Baca juga: Sebelum Memotret Satwa di Alam Bebas, Pahami Tips Berikut Ini

Selain itu ada Peraturan Menteri Lingkungan Hidup dan Kehutanan Republik Indonesia Nomor P.20/Menlhk/Setjen/Kum.1/6/2018 tentang Jenis Tumbuhan dan Satwa yang Dilindungi.

Dalam peraturan menteri tersebut, disebutkan bahwa bunga Edelweis adalah bunga yang dilindungi.

Orang yang memetik bunga Edelweis juga melanggar UU Nomor 41 Tahun 1999 dengan ancaman penjara paling lama satu tahun dan denda maksimal Rp 50 juta.

Bunga Edelweis di Gunung Welirang, Jawa Timur.(Bunga Edelweis di Gunung Welirang, Jawa Timur.
Bunga Edelweis di Gunung Welirang, Jawa Timur.(Bunga Edelweis di Gunung Welirang, Jawa Timur. (KOMPAS.com/ANGGARA WIKAN PRASETYA)

Fakta bunga Edelweis

Berikut ini adalah fakta seputar bunga Edelweis:

1. Ketinggian, lebar dan usia yang pernah tercatat

Diberitakan Kompas.com, Rabu (16/9/2021), di Gunung Sumbing, Jawa Tengah pernah ditemukan tanaman Edelweis dengan tinggi mencapai 8 meter dan diameter lubang lebih dari 15 centimeter (cm).

Temuan itu didapat dari catatan Amir Hamzah dan M. Toha (The Muntain Flora of Java). Menurut catatan ini, tanaman Edelweis itu diperkirakan berusia lebih dari 100 tahun.

2. Akarnya berkembang secara horizontal

Menurut ahli botani berkebangsaan Jerman bernama Von Faber, sistem perakaran Edelweis berkembang secara horizontal.

 Akar Edelweis mengandung mikorhiza yang menyukai lapisan tanah dekat permukaan karena cendawan sangat membutuhkan oksigen.

3. Tanaman yang familiar di kalangan pendaki

Edelweis banyak tumbuh di gunung-gunung Indonesia. Maka dari itu, tanaman ini sudah familiar di kalangan pendaki.

Beberapa gunung yang menyajikan hamparan padang Edelweis antara lain Gede Pangrango di Alun-alun Suryakencana, Gunung Sumbing menjelang puncak, Gunung Lawu via Candi Cetho di Pasar Dieng, dan Gunung Merbabu di Sabana 2.

4. Dijuluki bunga abadi

Dilansir dari pemberitaan Kompas.com, Rabu (2/9/2020), bunga Edelweis dijuluki sebagai bunga abadi lantaran tumbuhan ini memilki waktu mekar yang lama hingga 10 tahun lamanya.

Hormon etilen yang ada pada bunga Edelweis bisa mencegah kerontokan kelopak bunga dalam waktu yang lama.

Oleh karena itu, pesona bunganya dapat terjaga lebih lama.

Baca juga: Potret Alam yang Asri, Intip Keindahan Pantai Putri Klayar di Pesisir Lamongan

5. Waktu mekar Edelweis

Bunga Edelweis umumnya memiliki waktu mekar April-Agustus. Bunga Edelweis mekar saat musim hujan telah berakhir.

Mekarnya bunga Edelweis di bulan-bulan tersebut dikarenakan pancaran matahari yang masih intensif untuk proses perkembangan Edelweis.

6. Ditemukan di Indonesia lebih dari 200 tahun yang lalu

Bunga Edelweis di Indonesia ditemukan pertama kali oleh naturalis berkebangsaan Jerman bernama Georg Carl Reindwardt ketika berada di lereng Gunung Gede, Jawa Barat.

Ia menemukan bunga ini pertama kali pada 1819 yang berarti Edelweis sudah ada di Indonesia lebih dari 200 tahun.

7. Dapat bertahan di tanah tandus

 Dikenal sebagai bunga yang tumbuh di pegunungan, Edelweis juga memiliki cara bertahan hidup yang kuat, bahkan di tanah tandus sekalipun.

Edelweis mampu membentuk mikoriza yang dapat memperluas kawasan yang dijangkau oleh akar-akarnya dan meningkatkan efisiensi dalam mencari zat hara.

Baca juga: Menarik! 4 Wisata Alam Majalengka yang Asik Pas untuk Liburan

8. Edelweis di Dieng sempat dijarah habis-habisan dan nyaris punah

Pada September 2004, penduduk kawasan Dieng, Wonosobo meyakini bunga Edelweis sudah hancur akibat dijarah habis-habisan, sehingga nyaris punah.

Bahkan dilansir dari Harian Kompas, 18 September 2004, bunga Edelweis dijual di kawasan wisata Kawah Sikidang sebagai suvenir.

Menurut masyarakat setempat, penjarah mengambil bunga Edelweis saat mencari kayu di gunung atau ketika menanam pohon cemara di Gunung Prau.

Bunga Edelweiss di Gunung Sindoro.
Bunga Edelweiss di Gunung Sindoro. (Kompas.com/Anggara Wikan Prasetya)

9. Terancam oleh pendaki nakal

Meski sudah ada ancaman tegas terhadap mereka yang memetik bunga Edelweis di alam, tetap saja ada pendaki nekat. Keberadaan mereka tentu saja mengancam bunga Edelweis.

Tercatat beberapa kasus pemetikan bunga Edelweis di gunung dalam periode waktu 2017-2020.

Misalnya pada 2017, ada lima pendaki mencabut bunga Edelweis di Gunung Rinjani.

Kemudian pada Juni 2018 terjadi pula peristiwa serupa di Gunung Ciremai, Jawa Barat. Ada sekelompok pendaki membawa turun bunga Edelweis.

10. Ada tempat budi daya Edelweis

Bagi wisatawan yang ingin membawa pulang bunga Edelweis sebagai suvenir, hal ini ternyata bisa dilakukan.

Bukan di alam liar tentunya, melainkan di Desa Wisata Edelweis, Desa Wonokitri, Kabupaten Pasuruan, Jawa Timur.

Di sana, Edelweis dibudidayakan sekelompok petani dan dijual kepada wisatawan sebagai oleh-oleh.(*)

Sumber: Kompas.com

Ikuti kami di

BERITA TERKINI

© 2021 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved