Berikut Fakta Menarik Seputar Edelweis, Bunga Abadi yang Dilindungi Negara

Mekarnya bunga Edelweis di bulan-bulan tersebut dikarenakan pancaran matahari yang masih intensif untuk proses perkembangan Edelweis.

KOMPAS.com/ANGGARA WIKAN PRASETYA
Bunga edeweiss di Gunung Semeru. 

Menurut ahli botani berkebangsaan Jerman bernama Von Faber, sistem perakaran Edelweis berkembang secara horizontal.

 Akar Edelweis mengandung mikorhiza yang menyukai lapisan tanah dekat permukaan karena cendawan sangat membutuhkan oksigen.

3. Tanaman yang familiar di kalangan pendaki

Edelweis banyak tumbuh di gunung-gunung Indonesia. Maka dari itu, tanaman ini sudah familiar di kalangan pendaki.

Beberapa gunung yang menyajikan hamparan padang Edelweis antara lain Gede Pangrango di Alun-alun Suryakencana, Gunung Sumbing menjelang puncak, Gunung Lawu via Candi Cetho di Pasar Dieng, dan Gunung Merbabu di Sabana 2.

4. Dijuluki bunga abadi

Dilansir dari pemberitaan Kompas.com, Rabu (2/9/2020), bunga Edelweis dijuluki sebagai bunga abadi lantaran tumbuhan ini memilki waktu mekar yang lama hingga 10 tahun lamanya.

Hormon etilen yang ada pada bunga Edelweis bisa mencegah kerontokan kelopak bunga dalam waktu yang lama.

Oleh karena itu, pesona bunganya dapat terjaga lebih lama.

Baca juga: Potret Alam yang Asri, Intip Keindahan Pantai Putri Klayar di Pesisir Lamongan

5. Waktu mekar Edelweis

Bunga Edelweis umumnya memiliki waktu mekar April-Agustus. Bunga Edelweis mekar saat musim hujan telah berakhir.

Mekarnya bunga Edelweis di bulan-bulan tersebut dikarenakan pancaran matahari yang masih intensif untuk proses perkembangan Edelweis.

6. Ditemukan di Indonesia lebih dari 200 tahun yang lalu

Bunga Edelweis di Indonesia ditemukan pertama kali oleh naturalis berkebangsaan Jerman bernama Georg Carl Reindwardt ketika berada di lereng Gunung Gede, Jawa Barat.

Ia menemukan bunga ini pertama kali pada 1819 yang berarti Edelweis sudah ada di Indonesia lebih dari 200 tahun.

7. Dapat bertahan di tanah tandus

 Dikenal sebagai bunga yang tumbuh di pegunungan, Edelweis juga memiliki cara bertahan hidup yang kuat, bahkan di tanah tandus sekalipun.

Edelweis mampu membentuk mikoriza yang dapat memperluas kawasan yang dijangkau oleh akar-akarnya dan meningkatkan efisiensi dalam mencari zat hara.

Baca juga: Menarik! 4 Wisata Alam Majalengka yang Asik Pas untuk Liburan

8. Edelweis di Dieng sempat dijarah habis-habisan dan nyaris punah

Pada September 2004, penduduk kawasan Dieng, Wonosobo meyakini bunga Edelweis sudah hancur akibat dijarah habis-habisan, sehingga nyaris punah.

Sumber: Kompas.com
Ikuti kami di

BERITA TERKINI

© 2023 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved