Sebelum Naik Pesawat Selama Masa PPKM Mikro, Pahami Ketentuan Berikut Ini

Pembatasan kegiatan masyarakat (PPKM) berskala mikro di 34 provinsi di Indonesia sudah diberlakukan pemerintah

Garuda-Indonesia.com
Ilustrasi terbang menggunakan pesawat selama PPKM mikro. 

TRIBUNPONTIANAKTRAVEL-
Pembatasan kegiatan masyarakat (PPKM) berskala mikro di 34 provinsi di Indonesia sudah diberlakukan pemerintah, terhitung 1 hingga 14 Juni 2021 guna menanggulangi pernyebaran Covid-19.

Keputusan tersebut disampaikan oleh Menteri Koordinator Bidang Perekonomian sekaligus Ketua Komite Penanganan Covid-19, Airlangga Hartarto.

Dilaporkan Tribunnews, langkah ini diambil karena terdapat 10 provinsi yang mengalami kenaikan kasus Covid-19.

Baca juga: Hindari Posting Foto Boarding Pass di Medsos, Ini Alasannya!

Baca juga: 8 Tips Mencegah Koper Dibobol di Bagasi Pesawat

Di antaranya Aceh, Sumatera Utara, Kepulauan Riau, DKI Jakarta, NTB, Kalimantan Utara, Sulawesi Selatan, Gorontalo, Maluku, dan Maluku Utara.

Dikatakan Airlangga, dari total kasus aktif di Indonesia, sebanyak 56,4 persen kasus berada di Pulau Jawa.

Meski ada pembatasan, namun bepergian menggunakan moda transportasi masih diperbolehkan dengan syarat yang sudah ditetapkan.

Terdapat sejumlah aturan naik pesawat selama masa PPKM mikro pada 1-14 Juni 2021.

Aturan tersebut tertera dalam Surat Edaran (SE) Kementerian Perhubungan (Kemenhub) Nomor 26 Tahun 2021 tentang Petunjuk Pelaksanaan Perjalanan Orang Dalam Negeri dengan Transportasi Udara Dalam Masa Pandemi Covid-19.

Baca juga: Lagi Liburan di Solo? Jangan Lewatkan Tempat Makan Nasi Liwet Enak Ini

Berikut aturan naik pesawat terbaru saat PPKM mikro, yang dirangkum TribunTravel dari KompasTravel:

1. Penumpang wajib memakai masker, menjaga jarak, menghindari kerumunan, dan mencuci tangan dengan sabun atau hand sanitizer.

2. Tidak diperkenankan berbicara satu arah maupun dua arah melalui telepon ataupun secara langsung sepanjang perjalanan.

3. Tidak diperkenankan makan dan minum sepanjang perjalanan yang kurang dari dua jam, kecuali mereka yang wajib mengonsumsi obat-obatan dalam rangka pengobatan yang jika tidak dilakukan dapat membahayakan keselamatan dan kesehatan orang tersebut.

4. Wajib menunjukkan hasil negatif tes PCR atau rapid antigen yang sampelnya diambil dalam kurun waktu maksimal 2x24 jam sebelum keberangkatan, atau;

5. Wajib menunjukkan hasil negatif tes GeNose di bandara dalam kurun waktu 1x24 jam sebelum keberangkatan

6. Poin 4 dan 5 berlaku untuk keberangkatan menuju Bandara I Gusti Ngurah Rai, Bali

7. Wajib menunjukkan hasil negatif tes PCR yang sampelnya diambil dalam kurun waktu maksimal 3x24 jam, atau hasil negatif rapid antigen yang sampelnya diambil dalam kurun waktu maksimal 2x24 jam sebelum keberangkatan, atau;

8. Wajib menunjukkan hasil negatif tes GeNose di bandara dalam kurun waktu 1x24 jam sebelum keberangkatan

9. Poin 7 dan 8 berlaku untu penerbangan dari dan ke daerah selain Bali

10. Poin 4, 5, 7, dan 8 tidak berlaku untuk penerbangan Angkutan Udara Perintis, Angkutan Udara di daerah 3T (Tertinggal, Terdepan, dan Terluar), atau penumpang berusia di bawah lima tahun

11. Mengisi e-HAC Indonesia pada bandara keberangkatan, untuk ditunjukkan pada petugas kesehatan pada bandara tujuan/kedatangan

Ikuti kami di

BERITA TERKINI

berita POPULER

© 2021 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved