Intip Tren 2021 Menginap di Hotel, Ada Touchless Tourism

Banyak dari mereka yang lebih memilih sistem pesan tiket secara digital melalui aplikasi booking.

rally13.com
Ilustrasi menginap di hotel. 

TRIBUNPONTIANAKTRAVEL- Sektor pariwisata, yakni industri perhotelan telah diizinkan beroperasi kembali oleh pemerintah dengan tetap mengedepankan protokol kesehatan yang ketat di era new normal saat ini.

Baca juga: Jangan Sampai Salah Pilih, Berikut Perbedaan Hotel, Hostel, City Hotel dan Resort

Terkait hal itu, Vice President of Operations RedDoorz, sebuah platform pemesanan dan manajemen hotel daring, Adil Mubarak mengatakan bahwa ia mengamati perkembangan tren di masyarakat ketika menginap di hotel.

Adil menambahkan, di tengah masa pandemi Covid-19, ada tiga hal yang selalu jadi perhatian masyarakat saat berada di hotel, yaitu:

Baca juga: Kenapa Tidak ada Guling dan Jam Dinding di Kamar Hotel? Ternyata Ini Alasannya

1. Protokol kesehatan

Adil menjelaskan, di masa pandemi Covid-19 ini, hal yang paling menjadi perhatian para wisatawan adalah protokol kesehatan yang ada di hotel.

Maka dari itu, banyak pihak-pihak hotel saat ini mulai menerapkan protokol kesehatan di hotel berdasarkan panduan CHSE (Cleanliness, Health, Safety, Environmental Sustainability) dari pemerintah.

Adapun protokol kesehatan yang diberlakukan dalam hotel saat ini antara lain, penyediaan tempat cuci tangan atau cairan hand sanitizer dan pengecekan suhu badan di pintu masuk hotel. Tamu juga wajib menggunakan masker dan menjaga jarak.

"Dan kita melihat bahwa hygiene sangat penting buat kami, makanya protokol kebersihan itu sangat penting. Makanya kalau kita masuk ke hotel harus ada (hand) sanitizer, (tempat) cuci tangan, pengecekan suhu badan. Pegawai-pegawai pun kita cek sebelum masuk bekerja," tutur Adil dalam soft launching Sunerra Antero Hotels secara daring, Rabu (2/6/2021).

Baca juga: 6 Hal Aneh yang Pernah Ditemukan di Hotel, Kamu Harus Tahu

2. Berkurangnya kontak langsung

Tren berikutnya yaitu touchless tourism yang kerap dikenal sebagai sistem contactless atau pengurangan kontak langsung.

Adil mengatakan, selain protokol kesehatan, sistem contactless juga kini menjadi hal penting bagi sebagain besar pengunjung hotel.

Banyak dari mereka yang lebih memilih sistem pesan tiket secara digital melalui aplikasi booking. Dengan begitu, mereka akan mengurangi kontak langsung dengan staf karyawan yang ada di hotel.

Melihat hal itu, Adil pun menuturkan, ke depannya pihak hotel bisa membuat inovasi baru, salah satunya seperti sistem check-in digital.

"Jadi (ketika) mereka datang maunya masuk ke kamar langsung daripada mungkin ke resepsionis. Jadi kami juga sedang pelajari bagaimana lain kali tamu-tamu kalau datang ke hotel ini mereka bisa check-in sebelum mereka datang ke properti ini," jelas Adil.

Baca juga: 5 Villa Tepi Pantai Terbaik, Cocok saat Liburan dengan Pasangan di Bali

Baca juga: Jarang Dibersihkan, Jangan Sentuh Benda Ini Saat Masuk ke Kamar Hotel

3. Staycation

Selain protokol kesehatan dan sistem contactless, Adil mengatakan bahwa staycation juga merupakan tren masyarakat ketika menginap di hotel tahun ini.

Ia menyampaikan, di masa pandemi Covid-19 ini, sebagaian besar masyarakat mengadopsi tren berlibur di sekitar tempat tinggalnya atau yang dikenal dengan staycation. Salah satunya yaitu, dengan berlibur ke hotel-hotel yang ada di daerah terdekat.

Ilustrasi saat berada di kamar hotel.
Ilustrasi saat berada di kamar hotel. (dok. AYANA Midplaza Jakarta)

Apalagi bila di hotel tersebut tersedia fasilitas mendukung, antara lain kolam renang, tempat bermain anak-anak, restoran, kafe, tempat olahraga, dan lainnya. Masyarakat jadi bisa menginap sekaligus rekreasi.

"Kalau orang di Jakarta mungkin tidak mau pergi ke Bali atau terlalu jauh, tapi kita lihat ada tren tamu-tamu sekarang mau pergi ke properti yang dekat," ucap Adil.(*)

Sumber: Kompas.com
Ikuti kami di

BERITA TERKINI

© 2021 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved