Aturan Baru Naik Pesawat

Intip Syarat Terbaru Naik Pesawat, Jangan Sampai Terlewatkan

Wajib menunjukkan surat keterangan hasil negatif tes PCR atau rapid test antigen yang sampelnya diambil...

KOMPAS.COM/IDHAM KHALID
Suasana Penumpang di Bandara Internasional Lombok. 

TRIBUNPONTIANAKTRAVEL-  Selain jalur darat dan laut, moda transportasi udara juga menjadi perhatian khusus selama pelarangan mudik pada 6 hingga 17 Mei 2021.

Bahkan, salah satu yang memiliki syarat cukup ketat bagi calon penumpangnya.

Syarat tersebut tertera dalam Surat Edaran (SE) Satgas Penanganan Covid-19 Nomor 13 Tahun 2021 tentang Peniadaan Mudik Hari Raya Idul Fitri Tahun 1442 Hijriah dan Upaya Pengendalian Penyebaran Covid-19 Selama Bulan Suci Ramadhan 1442 Hijriah.

Meski periode larangan mudik selesai, namun masyarakat tetap wajib memenuhi syarat terbaru naik pesawat selama periode pengetatan perjalanan yang berlaku pada 18-24 Mei.

Hal ini tertera dalam Addendum SE Satgas Penanganan Covid-19 Nomor 13 Tahun 2021.

Baca juga: Nikmati Promo Citilink hingga Rp 250 Ribu, Berikut Ketentuannya

Baca juga: Menarik! Penerbangan Supermoon Qantas, Tiket Habis Terjual dalam 2,5 Menit

Berikut ketentuan yang harus dipatuhi para penumpang yang hendak menggunakan pesawat.

• Wajib menunjukkan surat keterangan hasil negatif tes PCR atau rapid test antigen yang sampelnya diambil dalam kurun waktu maksimal 1x24 jam sebelum keberangkatan, atau

• Wajib menunjukkan surat keterangan hasil negatif GeNose di bandara sebelum keberangkatan.

• Pengisian e-HAC Indonesia diimbau bagi pelaku perjalanan dengan seluruh moda transportasi.

• Anak berusia di bawah lima tahun tidak wajib melakukan tes PCR, rapid test antigen, atau GeNose.

•  Jika hasil PCR, rapid test antigen, atau GeNose adalah negatif namun penumpang menunjukkan gejala, mereka tidak boleh melanjutkan perjalanan dan wajib melakukan tes diagnostik PCR, serta isolasi mandiri selama waktu tunggu hasil pemeriksaan.

Ilustrasi maskapai Lion Air.
Ilustrasi maskapai Lion Air. (Instagram/@lionairgroup)

Apakah SIKM diperlukan?

Sebelumnya, salah satu syarat perjalanan yang tertera dalam SE Satgas Penanganan Covid-19 Nomor 13 Tahun 2021 adalah membawa surat izin keluar/masuk (SIKM).

Di beberapa daerah seperti Jabodetabek, syarat wajib SIKM diberlakukan oleh masing-masing kepala pemerintahan selama 6-17 Mei termasuk Pemprov DKI Jakarta

Apakah masyarakat masih diwajibkan membawa SIKM untuk bepergian?

Mengutip Kompas TV, Selasa, Kepala Dinas Perhubungan DKI Jakarta Syafrin Liputo mengatakan, SIKM sudah tidak beraku lagi. 

“SIKM itu berlaku pengaturan sampai hari ini pukul 24:00 WIB, setelah itu berdasarkan regulasi otomatis tidak diperlukan lagi SIKM,” jelasnya, Senin (17/5/2021).

Baca juga: Selain Bunaken, Wajib Kunjungi Pulau Laga Destinasi Instagramable di Desa Nuangan

Meski sudah tidak berlaku lagi, Syafrin menuturkan bahwa pengawasan arus balik tetap berjalan ketat dan tidak hanya di perbatasan Jakarta saja.

Setiap wilayah hukum dari Polda di seluruh Indonesia akan memberikan stiker khusus bagi pemudik yang sudah diperiksa terlebih dahulu di setiap cek poin.

“Jika sudah ada stikernya maka otomatis sudah diperiksa di pos penyekatan sebelumnya sehingga yang bersangkutan boleh melintas. Sementara yang belum (diperiksa) akan dilakukan pemeriksaan,” kata dia.

Baca juga: Intip Pesona Wisata Parapat di Danau Toba yang Wajib Dikunjungi

Baca juga: Jauh dari keramaian, 5 Pantai di Bali Ini Wajib Kamu Kunjungi

Sumber: Kompas.com
Ikuti kami di

BERITA TERKINI

© 2021 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved