Jajanan Tradisional Kuningan

Pertahankan Cita Rasa, Jajanan Tradisional Serabi di Jalur Kuningan-Cirebon Masih Gunakan Kayu Bakar

Uniknya, Junaedi dan Juju masih mempertahankan cara tradisional memasak serabi mengguanakan tungku dan kayu bakar.

Editor: Septi Dwisabrina
Dok. Tribun Cirebon/ Ahmad Ripai
Serabi khas Kuningan. 

TRIBUNPONTIANAKTRAVEL- Di jalur alternatif Kuningan-Cirebon, Jawa Barat terdapat jajanan tradisional, yakni serabi yang masih menggunakan kayu bakar untuk memasak.

Lapak serabi yang  dimilik pasangan Junaedi dan Juju, tepatnya berada di Desa Sampora, Kecamatan Cilimus, Kuningan Jawa Barat.

Junaedi dan Juju berjualan serai sejak tahun 1999.

Juanedi bercerita kondisi dulu dan sekarang tidaklah sama untuk berjualan serabi.

Baca juga: Resep Ubi Renyah yang Enak Dinikmati Saat Musim Hujan

Baca juga: Intip Cara Mudah Membuat Jaje Laklak, Jajanan Tradisional Khas Bali

Pasalnya sejak jalanan lingkar timur Kuningan dibuka, lapaknya berada di lokasi strategis yang merupakan jalan alternatif Kuningan-Cirebon-Majalengka.

"Dulu waktu ini jalur alterantif dan ramai kendaraan, jualan serabi sehari bisa sampai 10 kilogram adonan," kata Junaedi.

Kini dirinya hanya berjualan lima kilogram adonan serabi, bahkan kadang tak habis.

Pandemi covid-19 membuat pengunjung kian sepi.

"Ya semuanya kita jalani saja, karena kalau tidak mau nyicil ke bank pakai apa. Habis dalam usaha penjualan sorabi ini mengandalkan modal dari program KUR yang dikeluarkan oleh bank," ujarnya.

Baca juga: Cobain 5 Street Food di Bogor, Mulai dari Lumpia Basah hingga Manisnya Bir Kotjok

Baca juga: Bosan Makan Nasi? Cobain Kreasi Resep Nasi Kacang Hijau Ubi Merah Ini

Andalan usaha dengan modal Kredit Usaha Rakyat (KUR), kata Junaedi mengklaim bisa memiliki bangunan yang menjadi lapak usaha tetap dengan ukuran sekitar 13 tumbak atau sekitar 50 meter persegi. 

Sumber: Kompas.com
Ikuti kami di

BERITA TERKINI

© 2021 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved