Wisata Thailand Kembali Dibuka

Siap Liburan ke Thailand? Turis Asing Wajib Pahami Ketentuan Berikut Ini

Pada Juli 2021, wisatawan asing bisa menikmati pantai Thailand yang indah dan kuilnya dengan ornamen unik.

Shutterstock / lkunl
Ilustrasi Thailand - Koh Samui (Shutterstock / lkunl). 

TRIBUNPONTIANAKTRAVEL- Nah Tribuners, beberapa waktu lalu Pemerintah Thailand menyampaikan kabar gembira untuk dunia pariwisata.

Pihaknya, akan membuka kembali destinasi wisata di Thailand pada Juli 2021.

Walaupun pembatasan kembali dibuka, Thailand tetap mengeluarkan kebijakan untuk para wisatawan asing lo!

Kebijakan itu antara lain adalah mereka harus divaksinasi terlebih dahulu, tetap menjalankan protokol kesehatan selama berada di negara terbut, dan menjalani karantina selama 10 hari saat tiba di Thailand.

Baca juga: Seru! Bisa Private Camping dan Piknik Tengah Hutan di Jungle Milk Lembang

Traveller yang berencana pergi ke Thailand wajib mengetahui apa saja yang menjadi aturan dan kebijakan dari pemerintah negara tersebut.

Mengutip dari CNN, berikut beberapa hal yang harus kamu perhatikan sebelum berkunjung ke Thailand saat sudah dibuka nanti:

1. Wisatawan harus jalani karantina saat tiba di Thailand

Sebelumnya, Thailand telah mencatat sebanyak 92 kasus kematian dan hampir 29.000 Covid-19.

Maka dari itu, Thailand mengurangi periode wajib karantina dari yang semula 14 hari menjadi 10 hari.

Namun, pelancong dari negara yang terkena wabah varian Covid-19 diharuskan menjalani masa karantina selama 14 hari.

Akan tetapi, mulai 1 Juli 2021, Otoritas Pariwisata Thailand mengumumkan bahwa Phuket akan bisa dikunjungi wisatawan asing yang sudah divaksin tanpa harus melalui karantina.

Baca juga: Lewat Kerjasama dengan Tinder, Thailand Ramah Jomblo

Baca juga: Resep Singkong Thailand, Camilan Manis yang Menggiurkan

2. Thailand akan buka wisata pantai dan kuil

Pada Juli 2021, wisatawan asing bisa menikmati pantai Thailand yang indah dan kuilnya dengan ornamen unik. Tak ketinggalan, pemandangan hutan lebat juga bisa dinikmati.

Thailand memang sudah lama menjadi destinasi wisata yang diminati para wisatawan asing untuk liburan di musim panas.

3. Pemerintah izinkan wisatawan asing tinggal di Thailand dalam waktu tertentu

Thailand mengizinkan seluruh wisatawan asing yang memiliki paspor, baik dari AS, Kanada, Inggris, Australia, dan termasuk turis yang tidak memiliki visa atau hanya untuk tujuan pariwisata, untuk diizinkan tinggal di Thailand dengan jangka waktu tidak melebihi 45 hari.

Namun, mereka tetap harus memiliki sertifikat atau surat izin masuk dan karantina pada saat kedatangan. Sementara itu, wisatawan dari negara yang tidak termasuk dalam daftar pengecualian visa dapat mengajukan special touris visa (STV) atau visa turis khusus.

Wisatawan yang telah memiliki sertifikat masuk diminta mengunduh aplikasi ThailandPlus dan mendaftar. Setibanya di Thailand, mereka harus menunjukkan kode QR yang akan dipindai otoritas Thailand.

Ilustrasi Thailand - Taman Nasional Khao Sok (SHUTTERSTOCK / apiguide).
Ilustrasi Thailand - Taman Nasional Khao Sok (SHUTTERSTOCK / apiguide). (SHUTTERSTOCK / apiguide)

4. Kegunaan STV

Wisatawan yang lolos dalam pengajuan visa turis khusus nantinya bisa tinggal selama 45 hari di Thailand.

Sementara itu, STV yang telah disosialisasikan pada Oktober 2020 memungkinkan wisatawan untuk tinggal selama 90 hari dan dapat diperpanjang dua kali.

Sebelum pergi, wisatawan harus mengajukan STV tersebut melalui konsulat atau kedutaan Thailand di negara masing-masing.

Awalnya STV memang hanya ditawarkan kepada turis yang berasal dari negara dengan angka Covid rendah. Namun, kini STV sudah tersedia untuk wisatawan dari semua negara.

5. Wisatawan harus menunjukkan bukti polis asuransi dan hasil tes PCR

Wisatawan harus memberikan bukti polis asuransi yang mencakup perawatan untuk Covid-19, berikut biaya sekitar Rp 1,4 miliar dan tes PCR negatif yang diambil dalam waktu 72 jam setelah keberangkatan.

Persyaratan sebelumnya untuk sertifikat kesehatan "fit-to-fly" telah dicabut mulai 1 April 2021.

Tes PCR harus dilakukan pada saat kedatangan, setelah itu semua wisatawan harus melakukan karantina di tempat yang telah disetujui pemerintah, yaitu fasilitas Karantina Negara Alternatif (ASQ).

Ilustrasi Thailand - Koh Samui (Shutterstock / lkunl).
Ilustrasi Thailand - Koh Samui (Shutterstock / lkunl). (Shutterstock / lkunl)

6. Situasi Covid di Thailand

Selama berbulan-bulan, Thailand melaporkan angka kasus Covid-19 hanya sedikit berkat karantina ketat pada aturan kedatangan.

Baca juga: Obati Kerinduan Akan Tanah Air, 3 Coffee Shop Asal Indonesia Ini Ada di Luar Negeri

Namun, pada Desember 2020, terjadi lonjakan kasus dan disusul wabah yang terjadi di Samut Sakhon, provinsi barat daya Bangkok. Hal itu membuat pemerintah memberlakukan kembali berbagai tindakan yang bertujuan untuk menahan virus.

Akhirnya wabah berhasil diatasi dan pembatasan dikurangi di sebagian besar wilayah. Pada 31 Maret 2021, Otoritas Pariwisata Thailand mengumumkan bahwa transportasi antarprovinsi telah beroperasi kembali sepenuhnya.(*)

Sumber: Kompas.com

Ikuti kami di

BERITA TERKINI

© 2021 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved