Wisata di Lembang

Seru! Bisa Private Camping dan Piknik Tengah Hutan di Jungle Milk Lembang

Selain kuda, Jungle Milk juga memiliki hewan sapi dan burung hantu yang dilepas begitu saja. Pengunjung bisa bermain bersama....

zoom-inlihat foto Seru! Bisa Private Camping dan Piknik Tengah Hutan di Jungle Milk Lembang
Dok. Susu Hutan
Area berkemah di Jungle Milk Lembang, dengan kuda-kuda yang tidak dapat dilepaskan di sekitarnya untuk merumput dengan bebas.

TRIBUNPONTIANAKTRAVEL-Tribuners, di Lembang, Jawa Barat ada sebuah kawasan private camp ground baru lo!

Tepatnya, berada di area bawah Gunung Tangkuban Parahu yang sangat terkenal.

Namanya Jungle Milk, kawasan seluas 25 hektar yang menawarkan aktivitas camping dan piknik privat, serta atraksi wisata lainnya di tengah kawasan hutan yang sepi dan jauh dari keramaian kota.

“Bukanya itu baru di awal tahun 2021, Januari awal. Tapi kalau lahannya sendiri sudah dikelola 18 tahun. Tapi untuk penangkaran kuda, sapi. Wisata sendiri itu baru di awal tahun ini,” kata Owner sekaligus pengelola Jungle Milk Astrid Rijker kepada Kompas.com belum lama ini.

Baca juga: Butuh Tempat Wisata Edukasi? Kamu Bisa Pergi ke Ndayu Park Sragen, Ada Banyak Wahana Menarik!

Baca juga: Ingin Mengajak Anak Staycation saat Pandemi? 4 Tips Ini Bisa Kamu Terapkan

Ide awal menjadikan lahan penangkaran kuda dan sapi tersebut menjadi kawasan wisata berawal dari keinginan Astrid dan keluarga untuk liburan ke tempat yang jauh dari banyak orang.

“Kalau kita staycation di hotel, ini jalan-jalannya kemana karena masih di dalam gedung. Akhirnya kita sekeluarga coba camping di situ," sambung dia.

Dari situ, Astrid merasa jika tempat itu pas dijadikan wisata camping yang udaranya sejuk karena anak-anaknya sendiri bisa interaksi langsung dengan kuda dan bisa bebas berlarian.

Dari sanalah akhirnya dirinya mengubah lahan penangkaran hewan tersebut menjadi kawasan wisata camping privat dengan nama Jungle Milk.

Area camping di Jungle Milk Lembang dengan kuda-kuda yang berkeliaran di sekitarnya.
Area camping di Jungle Milk Lembang dengan kuda-kuda yang berkeliaran di sekitarnya. (Dok. Jungle Milk)

Konsep wisata privat

Konsep wisata yang diusung oleh Jungle Milk adalah privat. Maka dari itu, jumlah pengunjung harian ke Jungle Milk juga dibatasi. Untuk camping privat, per harinya dibatasi hanya 65 orang saja. Sementara aktivitas piknik maksimal 70 orang saja.

“Pengunjung yang bisa masuk ke area itu hanya yang sudah reservasi. Termasuk untuk survei atau apa pun itu case-nya enggak diperbolehkan masuk. Jadi dari security sudah dicek duluan reservasinya,” jelas Astrid.

Baca juga: Seru! Bisa Beri Makan Dinosaurus di Bigdino Feeding Dinosaurs Bandung

Maka dari itu, setiap pengunjung yang mau datang harus melakukan reservasi minimal H-1 sebelum kedatangan. Mereka bisa mengambil beberapa paket wisata yang ditawarkan. Ada paket camping dan juga paket piknik.

Setiap kawasan pun dibatasi secara khusus. Seperti kawasan khusus camping, kawasan khusus camper van, kawasan khusus piknik, dan kawasan khusus atraksi wisata lainnya sehingga benar-benar terasa ekslusif.

Atraksi wisata dan fasilitas di Jungle Milk

Ada beberapa paket dan atraksi wisata yang bisa kamu pilih. Salah satunya adalah paket wisata camping. Tersedia tiga paket camping, yakni Camping Mandiri, Camping Manja, dan camper van.

Camping Mandiri kamu harus membawa segala perlengkapan termasuk tenda sendiri. Sementara Camping Manja semua peralatan dan perlengkapan camping sudah disediakan oleh Jungle Milk. Untuk camper van, kamu bisa membawa serta mobil ke dalam kawasan camping.

Dari 25 hektar kawasan Jungle Milk, hanya sekitar tiga sampai empat hektar saja yang digunakan untuk kawasan camping. Total per hari mereka hanya bisa menerima sekitar 65 orang yang camping, dengan alokasi sekitar 20 tenda agar jarak tetap bisa dijaga.

“Sebenarnya konsep dengan dikasih jarak antar tenda itu enggak hanya di masa pandemi saja. Tapi konsep kita setelah pandemi berakhir pun akan tetap kayak gini,” terang Astrid.

“Karena banyak juga termasuk aku sendiri ketika camp itu enggak mau dempet sama tenda orang. Jadi benar-benar ingin sepi sendiri dan ketika buka tenda itu view-nya langsung benar-benar ke alam. Jadi enggak ada tenda di depan tenda lagi,” tambahnya.

Ada juga paket piknik privat. Kamu bisa memilih dua paket, yakni piknik dengan sajian tradisional atau pun barbekyu.

Nantinya makanan akan disajikan dengan tema piknik khusus di tengah hutan. Lengkap dengan meja dan kursi bertema khusus yang unik dan menyenangkan.

Area piknik ini juga khusus, berbeda dengan area camping dan area atraksi wisata lainnya. Setiap meja juga akan diberi jarak yang cukup luas, sehingga terasa benar-benar privat.

Pengunjung juga bisa bermain bersama kuda-kuda yang sengaja dilepaskan di area Jungle Milk. Sebelumnya, Jungle Milk memang lahan penangkaran kuda, sehingga kuda-kuda yang diternakkan di sana sengaja dilepaskan begitu saja untuk merumput di kawasan tersebut.

“Jadi untuk kudanya sendiri itu masih dibimbing sama Master of Indonesia Horsemanship Billy Mamola,” imbuh Astrid.

Selain kuda, Jungle Milk juga memiliki hewan sapi dan burung hantu yang dilepas begitu saja. Pengunjung bisa bermain bersama hewan-hewan tersebut, menyentuh mereka, dan juga berfoto bersama tanpa dipungut biaya lagi.

Atraksi lainnya ada paket wisata trekking ke Tebing Lumut, horse riding, dan juga ATV. Harga paket wisata dan atraksi ini bervariasi, mulai dari Rp 80.000–Rp 350.000 per orang.

Selain atraksi wisata, Jungle Milk juga memiliki fasilitas yang cukup lengkap. Ada kamar mandi dengan air panas, termasuk juga rangers yang berjaga selama 24 jam sehingga pengunjung bisa merasa tetap aman.

Ada pula kawasan khusus api unggun, area hammock, dan area parkir yang cukup luas, dan lokasinya tak jauh dari area camping.

Di sana tersedia juga kafe yang beroperasi 24 jam, sehingga kamu tak perlu takut kelaparan saat camping. Kamu bisa membeli aneka makanan dan minuman di sana dengan harga cukup terjangkau, yakni mulai dari Rp 15.000-Rp 40.000.

Kafe 24 jam di Jungle Milk.
Kafe 24 jam di Jungle Milk. (Dok. Jungle Milk)

Protokol Covid

Astrid juga memastikan Jungle Milk telah menerapkan protokol Covid-19 sesuai dengan standard pemerintah. Mulai dari pemeriksaan suhu tubuh pengunjung sebelum masuk ke kawasan camping dan wajib memakai masker selama ada di dalam kawasan.

Di sana juga sudah tersedia alat-alat protokol kesehatan yang standar, seperti area cuci tangan dan juga hand sanitizer di area kafe.

“Di kamar mandi juga kita sediakan spray. Jadi ketika ada yang mau duduk atau buka pintu itu bisa disemprot sendiri langsung,” imbuh dia.

Jungle Milk juga membatasi jumlah pengunjung yang bisa camping dan piknik setiap harinya, sehingga jaga jarak di dalam kawasan bisa diterapkan dengan baik. Pengunjung tak perlu membawa bukti hasil negatif tes Covid-19 dengan metode apa pun.

Rencana ke depannya

Rencana ke depannya, Astrid ingin menambah beberapa aktivitas wisata di Jungle Milk, seperti paket wisata trekking yang tak hanya menyusuri hutan lindung ke Tebing Lumut saja. Namun juga paket wisata trekking ke curug-curug atau air terjun yang ada di sekitar Jungle Milk.

“Mungkin dalam waktu dekat ini bakal dibuka area camper van untuk komunitas. Terus ada area Camping Sultan juga,” terang Astrid.

Selanjutnya, ia juga akan membuka akses wisata harian yang tidak memerlukan pengunjung melakukan reservasi lebih dahulu.

“Tapi itu kita bedakan area sendiri. Itu benar-benar cuman main saja, enggak harus reservasi dan enggak usah ambil paket apa pun. Tapi itu setelah camper van dan Camping Sultan itu,” pungkasnya.

Sebelum datang, kamu harus melakukan reservasi terlebih dahulu maksimal H-1 kedatangan ke nomor WhatsApp +6282126848242.(*)

Sumber: Kompas.com
Ikuti kami di

BERITA TERKINI

© 2023 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved