Wisata di Lembang

Seru! Bisa Private Camping dan Piknik Tengah Hutan di Jungle Milk Lembang

Selain kuda, Jungle Milk juga memiliki hewan sapi dan burung hantu yang dilepas begitu saja. Pengunjung bisa bermain bersama....

zoom-inlihat foto Seru! Bisa Private Camping dan Piknik Tengah Hutan di Jungle Milk Lembang
Dok. Susu Hutan
Area berkemah di Jungle Milk Lembang, dengan kuda-kuda yang tidak dapat dilepaskan di sekitarnya untuk merumput dengan bebas.

Nantinya makanan akan disajikan dengan tema piknik khusus di tengah hutan. Lengkap dengan meja dan kursi bertema khusus yang unik dan menyenangkan.

Area piknik ini juga khusus, berbeda dengan area camping dan area atraksi wisata lainnya. Setiap meja juga akan diberi jarak yang cukup luas, sehingga terasa benar-benar privat.

Pengunjung juga bisa bermain bersama kuda-kuda yang sengaja dilepaskan di area Jungle Milk. Sebelumnya, Jungle Milk memang lahan penangkaran kuda, sehingga kuda-kuda yang diternakkan di sana sengaja dilepaskan begitu saja untuk merumput di kawasan tersebut.

“Jadi untuk kudanya sendiri itu masih dibimbing sama Master of Indonesia Horsemanship Billy Mamola,” imbuh Astrid.

Selain kuda, Jungle Milk juga memiliki hewan sapi dan burung hantu yang dilepas begitu saja. Pengunjung bisa bermain bersama hewan-hewan tersebut, menyentuh mereka, dan juga berfoto bersama tanpa dipungut biaya lagi.

Atraksi lainnya ada paket wisata trekking ke Tebing Lumut, horse riding, dan juga ATV. Harga paket wisata dan atraksi ini bervariasi, mulai dari Rp 80.000–Rp 350.000 per orang.

Selain atraksi wisata, Jungle Milk juga memiliki fasilitas yang cukup lengkap. Ada kamar mandi dengan air panas, termasuk juga rangers yang berjaga selama 24 jam sehingga pengunjung bisa merasa tetap aman.

Ada pula kawasan khusus api unggun, area hammock, dan area parkir yang cukup luas, dan lokasinya tak jauh dari area camping.

Di sana tersedia juga kafe yang beroperasi 24 jam, sehingga kamu tak perlu takut kelaparan saat camping. Kamu bisa membeli aneka makanan dan minuman di sana dengan harga cukup terjangkau, yakni mulai dari Rp 15.000-Rp 40.000.

Kafe 24 jam di Jungle Milk.
Kafe 24 jam di Jungle Milk. (Dok. Jungle Milk)

Protokol Covid

Astrid juga memastikan Jungle Milk telah menerapkan protokol Covid-19 sesuai dengan standard pemerintah. Mulai dari pemeriksaan suhu tubuh pengunjung sebelum masuk ke kawasan camping dan wajib memakai masker selama ada di dalam kawasan.

Di sana juga sudah tersedia alat-alat protokol kesehatan yang standar, seperti area cuci tangan dan juga hand sanitizer di area kafe.

“Di kamar mandi juga kita sediakan spray. Jadi ketika ada yang mau duduk atau buka pintu itu bisa disemprot sendiri langsung,” imbuh dia.

Jungle Milk juga membatasi jumlah pengunjung yang bisa camping dan piknik setiap harinya, sehingga jaga jarak di dalam kawasan bisa diterapkan dengan baik. Pengunjung tak perlu membawa bukti hasil negatif tes Covid-19 dengan metode apa pun.

Rencana ke depannya

Rencana ke depannya, Astrid ingin menambah beberapa aktivitas wisata di Jungle Milk, seperti paket wisata trekking yang tak hanya menyusuri hutan lindung ke Tebing Lumut saja. Namun juga paket wisata trekking ke curug-curug atau air terjun yang ada di sekitar Jungle Milk.

“Mungkin dalam waktu dekat ini bakal dibuka area camper van untuk komunitas. Terus ada area Camping Sultan juga,” terang Astrid.

Selanjutnya, ia juga akan membuka akses wisata harian yang tidak memerlukan pengunjung melakukan reservasi lebih dahulu.

“Tapi itu kita bedakan area sendiri. Itu benar-benar cuman main saja, enggak harus reservasi dan enggak usah ambil paket apa pun. Tapi itu setelah camper van dan Camping Sultan itu,” pungkasnya.

Sebelum datang, kamu harus melakukan reservasi terlebih dahulu maksimal H-1 kedatangan ke nomor WhatsApp +6282126848242.(*)

Sumber: Kompas.com
Ikuti kami di

BERITA TERKINI

© 2023 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved