Travel Bubble Bali

Bersiap Sambut Wisman Via Travel Bubble Bali, Berikut Penjelasan Menparekraf

Nantinya, seluruh pelaku usaha pariwisata dan ekonomi kreatif juga akan dipastikan telah memenuhi standard CHSE....

SHUTTERSTOCK / Pelikh Alexey
Ilustrasi Bali - Pura Taman Saraswati di Gianyar. 

TRIBUNPONTIANAKTRAVEL- Nah dalam waktu dekat, Nusa Dua dan Ubud akan dipersiapkan untuk uji coba menyambut wisatawan mancanegara (wisman) melalui program free covid corridors atau sering disebut travel bubble Tribuners!

"Kami menyiapkan free covid corridors. Ada dua zona yang diusulkan seluruh instansi terkait, termasuk Pemerintah Daerah bahwa Nusa Dua dan Ubud yang diusulkan menjadi destinasi yang diklasifikasikan sebagai Green Zone," kata Menteri Pariwisata dan Ekonomi Kreatif ( Menparekraf) Sandiaga Uno dalam rilis yang diterima Kompas.com.

Salah satu alasannya adalah karena tren kasus Covid-19 yang terus menurun dalam waktu sepekan terakhir yang jadi bukti siap dibukanya travel bubble di Bali.

Baca juga: Indonesia Rencanakan Travel Bubble dengan 4 Negara

Baca juga: Ini Dia Alasan Nusa Dua Bali Cocok Dijadikan Destinasi Wisata Dimasa Pandemi

Hal tersebut dinilai mungkin untuk dilakukan, khususnya dengan harapan akan adanya 120.000 vaksin bagi pelaku usaha pariwisata dan ekonomi kreatif serta masyarakat di Nusa Dua dan Ubud.

Sandiaga menyampaikan hal tersebut dalam rapat koordinasi bersama Sekretaris Jenderal Kementerian Luar Negeri Yohanes Kristiarto Soeryo Legowo yang digelar secara virtual pada Rabu (3/3/2021).

Rapat koordinasi tersebut juga melibatkan beberapa duta besar negara yang jadi pasar besar bagi Indonesia, seperti negara-negara di Eropa, Timur Tengah, Asia, dan Australia.

Sandiaga menyampaikan bahwa beberapa daerah wisata di Indonesia, salah satunya Bali, telah menunjukkan tren penurunan angka Covid-19.

Baca juga: Intip Cara Mudah Membuat Jaje Laklak, Jajanan Tradisional Khas Bali

Bali dianggap berhasil menurunkan kasus Covid-19 lewat program Pemberlakuan Pembatasan Kegiatan Masyarakat (PPKM) mikro yang berlangsung sepekan belakangan.

Ia berharap agar para duta besar yang turut serta dalam rapat koordinasi tersebut bisa melakukan sosialisasi dan promosi, sekaligus memamerkan Bali kepada para wisman. 

Sandiaga menegaskan bahwa Bali hanya akan dibuka jika memiliki kasus Covid-19 yang rendah sekaligus telah menerapkan protokol kesehatan 3M yang ketat dan disiplin, yakni memakai masker, menjaga jarak, dan mencuci tangan.

Halaman
12
Ikuti kami di
Sumber: Kompas.com
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2021 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved