Miss Chinese Indonesia 2020

Bagikan Motivasi, Miss Chinese Indonesia 2020 Semangati Anak Muda untuk Wujudkan Impian

Bebincang Gaya Hidup dengan semarak Imlek, menghadirkan Miss Chinese Indonesia 2020, Aldora Helsa Goewyn.

Penulis: Rizki Fadriani
Editor: Rizki Fadriani
TRIBUNPONTIANAK/Rizki Fadriani
Bebincang Gaya Hidup dengan semarak Imlek, menghadirkan Miss Chinese Indonesia 2020, Aldora Helsa Goewyn dalam podcast yang bertemakan “Warna-warni Imlek 2021" pada Triponcast. 

TRIBUNPONTIANAKTRAVEL - Bebincang Gaya Hidup dengan semarak Imlek, menghadirkan Miss Chinese Indonesia 2020, Aldora Helsa Goewyn.

Dalam podcast yang bertemakan “Warna-warni Imlek 2021" tersebut, Dora sapaan akrabnya banyak membagikan cerita kepada Tribun. Seperti apa ceritnya, simak percakapan Tribun bersama Dora dalam wawancara singkat berikut.

Q : Setahun sudah Aldora Helsa Goewyn menyandang predikat Miss Chinese Indonesia 2020. Sebuah prestasi yang mengagumkan sekaligus membanggakan bagi masyarakat Kalbar, karena Aldora membawa nama daerah di pentas nasional dan menang. Bisa diceritakan apa saja tugas yang Aldora lakukan selama menyandang status Miss Chinese Indonesia 2020 ini?

A : Menjadi Miss Chinese Indonesian itu lebih seperti bagaimana kita sebagai Chinese di Indonesia bisa berkontribusi dan lebih ke apa saja yang selama ini orang Chinese di Indonesia, khususnya di Kalimantan Barat, Pontianak yang sudah dikerjakan.

Bukan hanya soal suku tertentu dan menjadi ekslusif, justru kita mencari "apa sih yang bisa kita kerjain lagi untuk bangsa ini" jadi lebih kayak masuk ke semua elemen.

Q : Selain ajang Miss Chinese, apa lagi keinginan seorang Aldora Helsa Goewyn?

A : Sambil menunggu ajang internasionalnya, mungkin akan ikut Next Stop Model, kita nggak tau. Tapi sambil mempersiapkan diri untuk S2.

Baca juga: Sembahyang Tahun Baru Imlek di Vihara Bodhisatva Karaniya Metta, Tetap dengan Protokol Kesehatan

Baca juga: Vihara Bodhisatva Karaniya Metta, Kelenteng Tiga Dewa Dewi Pontianak

Q : Yang tak kalah menarik, kali ini penampilan Aldora Helsa dengan potongan rambut yang lebih pendek, karena seingat kami saat bertandang ke Tribun Pontianak tahun lalu, Aldora identik dengan rambut panjangnya, dan sebagai seorang Miss, apakah tidak masalah. Bagaimana tanggapannya untuk ini?

A : Tidak ada standar yang bilang kalau menjadi public figure harus rambut panjang. Lebih kayak kita beri warna baru untuk industri. Rambut panjang oke, rambut pendek juga oke kok. Nggak masalah, nggak ada yang kayak sampai kontra, tapi di sini kita beri warna baru.

Kalau memang dari pihak industri tidak bisa terima, ya sudah nggak apa berarti bukan rejeki kita. Balik ke orangnya lagi, karena personality tidak ditentukan oleh panjang pendeknya rambut.

Q : Tapi sebelumnya, banyak yang kontra tidak dengan keputusan Dora untuk memotong rambut menjadi pendek?

A : Ya, sebelum banyak yang kontra. Dari 10, mungkin ada 9 orang yang kontra.

Q : 12 Februari nanti akan dirayakan Momen Imlek. Apa makna Imlek bagi seorang Aldora?

A : Sebenarnya makna Imlek luas banget, tapi bagaimana kita merayakannya, dengan cara bukan hanya sekadar hura-hura. Sebenarnya dalam tradisi, tidak ada pesta yang besar-besaran atau bahkan mabuk-mabukan, dll., tapi lebih kayak kebersamaan dalam sebuah keluarga, silaturahmi dalam sebuah komunitas.

Bagaimana kita memperkuat satu sama lain, bisa melewati satu tahun yang lalu dan bisa memasuki tahun yang baru, itu memerlukan suatu kekuatan yang besar. Jadi Imlek itu sendiri, oke kita punya keluarga yang support kita, kita punya komunitas yang bisa jalan sama-sama kita.

Q : Persiapan apa yang biasanya Aldora lakukan bersama keluarga menjelang Imlek ini? Adakah makanan khas yang disajikan saat Imlek ini?

A : Kalau Imlek bersama keluarga, ya yang pastinya bersih-bersih rumah, bikin kue bareng, hias-hias rumah.

Kalau kue sih pasti kue lapis ya, kalau makan bareng itu pas hari h-1 Imlek, kita makan besar bersama. Biasanya pasti ada mie panjang umur, doanya ketika kita makan mie panjang umur, kita bisa panjang umur di tahun yang baru itu.

Q : Tapi Imlek tahun ini pandemi Covid-19 masih melanda, apa yang akan dilakukan Aldora, mensiasati kondisi ini agar silaturahmi tetap terjalin?

A : Mungkin kepada orang yang lebih dituakan bisa kita kunjungi, tapi dengan protokol kesehatan yang benar-benar ketat banget, karena orang-orang yang lebih tua punya resiko lebih tinggi. Sebagai wujud penghormatan kita tetap kunjungi tapi tetap jaga diri juga.

Kemudian bagi teman-teman yang tidak bisa kita kunjungi ataupun mereka tidak terima tamu, silaturahminya bisa secara virtual menghubungi mereka seperti itu.

Baca juga: Sambut Tahun Baru Imlek Sejumlah Kelenteng Telah Selesai Melakukan Persiapan

Baca juga: Bingung Ingin Mengucapkan Selamat Tahun Baru Imlek, Berikut Ucapan Imlek dari Berbagai Bahasa!

Q : Moment Imlek apa yang saat ini Aldora rindukan, mengingat saat ini kondisi sedang tidak memungkinkan?

A : Yang membuat rindu dengan momen Imlek adalah ketika jalan bareng bersama teman-teman, bisa sharing bareng mereka. Lalu bisa cicip makanan, biasanya makanan khas hanya munculnya waktu Imlek saja kan.

Q : Apa yang membuat seorang Aldora menjadi guru TK?

A : Berawal dari ketidak sengajaan, akhirnya terjun mengajar anak TK. Karena memang suka banget sama anak-anak, dan selalu mikir kalau anak-anak suatu hari nanti bisa jadi pemimpin. Itu yang selalu bikin Dora semangat.

Ya walaupun sebelum jadi guru TK, Dora sudah jadi guru sekolah Minggu. Itu yang selalu memotivasi Dora untuk ngajar.

Mereka memiliki kesempatan untuk belajar, namun guru sedikit. Kian tahun anak-anak semakin banyak, itu yang membuat hati Dora selalu merasa gelisah. Oleh karena itu, Dora menerjunkan diri untuk menjadi guru TK

Q : Keputusan menjadi seorang guru TK ini apakah pernah ada yang menentang?

A : Banyak yang pro, namun juga ada yang kontra. Kalau kontra, banyak yang berpikir menjadi guru TK gajiny kecil, lalu bisa aja tanggung jawab ke anaknya besar banget apalagi ke orang tua.

Tapi ya, justru motivasi nya yang lebih besar. Saya ingin anak-anak memiliki kesempatan belajar yang sama, didik oleh guru yang baik.

Q : Adakah pengalaman yang bisa dibagikan kepada Tribuners, untuk kegiatan bakti sosial yang dilakukan untuk menyambut Imlek ini?

A : Kegiatan bakti sosial tak terbatas pada Imlek saja. Tapi teman-teman saat Imlek juga membagikan sembako dan angpao kepada yang membutuhkan.

Selain membagikan sembako, biasanya mengajar.

Q : Seperti kita ketahui, Aldora sebelum berprestasi di ajang Miss Chinese Indonesia, pernah lebih dulu ikut ajang Duta Lingkungan Hidup, Gege Meimei, Miss Indonesia, dan kegiatan pencarian bakat lainnya yang ada di Kota Pontianak dan nasional. Motivasi apa yang ditanamkan Aldora pada diri sendiri agar selalu bersemangat mengikuti kompetisi ini ?

A : Motivasinya ialah untuk belajar. Ladang untuk belajar. Saya secara keluarga, tidak mampu untuk membayar banyak les, tapi justru dengan saya mengikuti kompetisi, mungkin melalui pendaftaran yang gratis atau hanya beberapa ratus ribu, saya bisa dapat skill yang ada di tempat les yang mengharuskan saya ke Jakarta, luar kota atau luar negeri untuk mendapatkan skill tersebut. Tapi ketika saya ikut kompetisi, saya dapat skill dan nggak terbatas skillnya.

Q : Seharusnya Aldora juga mengikuti Miss Chinese World pada tahun lalu, namun harus ditunda karena pandemi, bagaimana tanggapannya? Dan apakah tahun ini akan dilaksanakan?

A : Justru ini Moment untuk kembali belajar, menambah ilmu, wawasan, relasi, dan segala macam. Kalau ngomong kecewa, semua Pageant ya kecewa dengan kondisi seperti ini, tapi mau kecewa sampai kapan? Malah akhirnya kita tidak mempersiapkan diri dan taunya ajangnya sudah di depan mata, justru waktu terbuang sia sia. Harusnya dengan masalah seperti ini, dengan kita tidak bisa kemana-mana, justru kita harus terus belajar dan belajar.

Tahun ini kita belum dapat kabar dari pihak panitia Miss Chinese World, tapi doakan supaya lancar.

Ikuti kami di

BERITA TERKINI

© 2021 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved