Travel Bubble

Indonesia Rencanakan Travel Bubble dengan 4 Negara

Indonesia Berencana Akan Buka Travel Bubble dengan 4 Negara.Apa itu Travel Bubble?

Editor: Rizki Fadriani
Dok. Unsplash
Ilustrasi pantaidi Bali. 

TRIBUNPONTIANAKTRAVEL - Pernah dengar istilah travel bubble?

Travel bubble merupakan pembukaan terbatas suatu negara dengan beberapa negara lain yang masing-masing memiliki kasus virus corona (Covid-19) yang rendah atau terkontrol.

“Kami merancang travel bubble untuk empat negara yaitu China, Korea Selatan, Jepang, dan Australia,” kata Deputi Bidang Koordinasi Pariwisata dan Ekonomi Kreatif Kementerian Koordinator Bidang Kemaritiman dan Investasi, Odo R.M Manuhutu, dalam konferensi pers virtual, Jumat (12/6/2020).

Hal tersebut hasil pembahasan dalam rapat kabinet terbatas pada 28 Mei 2020 yang dipimpin oleh Presiden Joko Widodo.

Pembukaan travel bubble dengan empat negara tersebut berhubungan dengan investasi di Indonesia.

Baca juga: Penginapan Jateng Fasilitasi Tamunya Pakai Kereta Api! Intip Keistimewaanya Yuk

Baca juga: Ini Dia Alasan Nusa Dua Bali Cocok Dijadikan Destinasi Wisata Dimasa Pandemi

Odo menuturkan, China, Korea Selatan, Jepang, dan Australia dipilih guna mendukung keberlanjutan investasi keempat negara tersebut di Indonesia.

“Target awal memang untuk business people. Namun tidak tertutup untuk wisatawan. Setelah mulai datang, secara alamiah juga akan mendorong wisatawan untuk berkunjung,” kata Odo.

Menurut Odo, travel bubble dengan keempat negara ini merupakan protipe sebelum Indonesia benar-benar membuka pariwisata bagi wisatawan mancanegara (wisman).

Menurutnya, travel bubble akan mengubah cara wisatawan berinteraksi dan melakukan perjalanan lintas negara.

Odo mengatakan pemerintah saat ini sedang membahas kriteria mengenai travel bubble.

“Setelah ada kriteria, akan dibahas dengan beberapa negara untuk proses perundingan. Menyepakati apakah kriteria yang kita terapkan bisa sesuai dengan mereka,” kata Odo.

Jika sudah terjadi kesepakatan, travel bubble dapat dibuka.

Odo mengaku bahwa sudah ada permintaan dari negara lain agar Indonesia membuka kembali jalur-jalur tertentu.

Namun, kata Odo, tahap pembukaan travel bubble perlu dilakukan dengan hati-hati karena memiliki beberapa aspek yang perlu diperhatikan.

Adapun aspek yang dimaksud antara lain adalah kesehatan, keamanan, serta kesiapan teknis. 

“Harapannya dengan membuka travel bubble, kita akan belajar plus minusnya, kekurangannya seperti apa. Dari pengalaman, bisa diterapkan dengan travel bubble ke tempat lain,” kata Odo.

Odo menuturkan penerapan travel bubble dapat mendorong adanya penerbangan langsung ke Indonesia, sehingga menghindari transit.

"Adanya direct flight, katakan dari Seoul ke Jakarta, Seoul ke Bali, atau Osaka ke Bali. Menghindari adanya transit atau transit yang terlalu lama karena di situ transmisi terjadi," tutur Odo.

Baca juga: Selama Jateng di Rumah Saja, Kawah Sikidang dan Beberapa Wisata Lainnya Ditutup

Travel Bubble

Beberapa negara di dunia mulai bereksperimen untuk berlakukan travel bubble saat perbatasan negara dibuka kembali guna menjalankan roda pariwisata.

Ikuti kami di

BERITA TERKINI

© 2021 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved