Pesawat Terbang

Ini Alasan Lampu Kabin Pesawat Dimatikan

Mengapa saat melakukan perjalanan menggunakan pesawat terbang, lampu kabin pesawat diredupkan ketika lepas landas dan mendarat ketika malam hari.

Editor: Rizki Fadriani
telegraph.co.uk
Kabin di pesawat 

TRIBUNPONTIANAKTRAVEL - Banyak yang bertanya-tanya, mengapa saat melakukan perjalanan menggunakan pesawat terbang, lampu kabin pesawat diredupkan ketika lepas landas dan mendarat ketika malam hari.

Di artikel ini Tribun akan sedikit memberikan penjelasan mengenai hal tersebut terjadi.

Tapi tahukah kamu, mengapa lampu tersebut harus diredupkan?

Dilansir dari laman Simple Flying, Rabu (6/1/2021), berikut alasan mengapa lampu kabin pesawat diredupkan saat pesawat lepas landas dan mendarat.

Alasan Keamanan

Dalam semua aspek penerbangan komersial, keselamatan penumpang dan staf adalah yang terpenting.

Karena itu, mungkin tidak mengherankan bahwa keselamatan adalah alasan utama lampu kabin diredupkan sesaat sebelum prosedur lepas landas dan pendaratan.

Baca juga: Mendarat di Pokhara, Pesawat ini Bawa Penumpang Sejauh 255 Km ke Bandara yang Salah

Baca juga: Berkunjung ke Tawangmangu, Ini Dia Harga Tiket dan Rutenya

Lampu diredupkan untuk alasan yang sama saat pramugari meminta penumpang menaikkan tirai jendela yakni untuk keamanan jika terjadi keadaan darurat.

Dalam keadaan darurat, jarak pandang yang baik dapat membuat perbedaan penting bagi keselamatan seseorang.

Menjaga tirai jendela tetap terbuka juga dapat membantu penumpang tetap berorientasi dalam situasi kritis karena memungkinkan mereka untuk lebih waspada terhadap lingkungan sekitar.

Mata manusia memerlukan waktu 10 hingga 30 menit untuk sepenuhnya menyesuaikan dengan kondisi gelap.

Dengan meredupkan lampu kabin, penumpang dan pramugari diberi waktu ekstra untuk menyesuaikan diri dengan kondisi cahaya redup.

Ini bisa menjadi aspek kritis jika pesawat harus dievakuasi pada malam hari.

Memang, periode waktu yang diperlukan mata manusia untuk mengkalibrasi ke kondisi cahaya redup secara teoritis dapat membuat perbedaan penting pada peluang seseorang dalam keadaan darurat.

Baca juga: Waktunya Berwisata, TN Baluran Dibuka Kembali! Wisatawan Wajib Rapid Test Antigen

Baca juga: Ini Dia Harga Tiket Feri Banyuwangi - Lombok

Persiapan Ekstra

Alasan lain untuk meredupkan lampu kabin adalah semakin gelap kabin, maka pencahayaan darurat dan jalur lintasan akan semakin terlihat.

Dengan demikian semua orang yang berada di dalam pesawat akan lebih siap melakukan evakuasi jika pesawat dalam keadaan darurat.

Menaikkan tirai jendela juga meningkatkan kesadaran penumpang terhadap lingkungan sekitar.

Sementara itu, pramugari juga mendapat keuntungan dari pemandangan di luar pesawat, karena ini memungkinkan mereka untuk mendeteksi ketidaknormalan peralatan atau bahaya di sekitar pesawat.

Pemandangan di luar jendela juga dapat bermanfaat bagi penumpang yang lebih gugup karena tidak yakin tentang proses terbang.

Ikuti kami di

BERITA TERKINI

© 2021 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved