Romawi Kuno

Bar Berusia 2000 Tahun Ditemukan di Pompeii

Mengejutkan! telah ditemukan bar makanan ringan Romawi di Pompeii dengan kondisi yang masih utuh sempurna

Editor: Rizki Fadriani
UNILAD
Bar Romawi kuno yang ditemukan di Pompeii. 

TRIBUNPONTIANAKTRAVEL - Mengejutkan! telah ditemukan bar makanan ringan Romawi di Pompeii dengan kondisi yang masih utuh sempurna. 

Temuan ini, lengkap dengan lukisan dekoratif dan jejak sisa makanan kuno.

Ditemukan pula tulang hewan di dalam wadah.

Baca juga: Dua Hari Saja! Buruan Promo Spesial Spicy Treats Richeese Factory, Jangan Sampai Terlewatkan

Baca juga: Asyiknya Bersantai di Geblek Menoreh View, Sensasi Angkringan dengan Pemandangan Sawah

Bar makanan ringan berusia 2.000 tahun itu menyajikan aneka makanan dan minuman panas untuk masyarakat kelas bawah Pompeii.

Di sana ada jejak sisa kambing, ikan, dan siput sebagai menu yang ditawarkan.

Konon, makan dan minum di ruang terbuka sudah menjadi kebiasaan penduduk Pompeii.

Ada sekitar 80 contoh bar makanan ringan kuno di kota yang hancur itu.

Namun, para arkeolog percaya temuan ini adalah satu-satunya bar yang dekorasi konternya masih terawat dengan baik.

Dikutip TribunTravel dari laman UNILAD, Senin 28 Desember 2020, dekorasi di meja bar ini meliputi lukisan Nimfa laut yang menunggangi Kuda Laut.

Serta karya seni yang menampilkan Ayam Jantan, Anjing yang diikat, dan dua Bebek Mallard.

Baca juga: Demi Pemulihan, Gunung Prau Ditutup Sementara! Catat Syarat Mendaki

Dalam laporan kepada La Prensa Latina, Direktur Jenderal Interim Archaeological Park of Pompeii, Massimo Osanna, mengatakan selain membuka wawasan baru tentang kehidupan sehari-hari di Pompeii, kemungkinan mempelajari Thermopolium ini merupakan hal yang luar biasa.

"Karena ini adalah pertama kalinya area jenis ini digali secara keseluruhan, dan semua analisis dapat dilakukan. Material yang ditemukan memang telah digali dan dipelajari dari berbagai sudut pandang oleh tim lintas disiplin yang terdiri dari para profesional di bidang antropologi fisik, arkeologi, arkeobotani, arkeozoologi, geologi, dan vulkanologi. Penemuan tersebut akan dianalisis lebih lanjut di laboratorium," katanya.

Studi awal tentang lukisan-lukisan di bar itu setidaknya mewakili produk yang pernah dijual di sana.

Misalnya, ditemukan pecahan tulang bebek di dalam satu wadah, yang cocok dengan lukisan para burung mallard.

Lantai snack bar terbuat dari terakota tahan air dan marmer polikrom.

Analisis arkeobotanikal awal mengidentifikasi jejak daun ek, yang diyakini merupakan elemen struktural dari bar tersebut.

Arkeolog juga menemukan berbagai bahan yang digunakan untuk menyimpan dan mengangkut makanan, termasuk amphoras, wadah perunggu, guci, serta pot keramik.

Ikuti kami di

BERITA TERKINI

© 2021 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved