Malioboro Bebas Asap Rokok

Hati-Hati Berkunjung ke Malioboro, Ketahuan Merokok Sembarangan Bisa Kena Denda hingga Rp 7,5 Juta

Pemerintah Kota Yogyakarta menerapkan Kawasan Tanpa Rokok (KTR) di Malioboro. sanksi bagi pelanggar adalah denda maksimal Rp 7,5 juta

TribunJogja.com / Wahyu Setiawan
Ilustrasi Pemerintah Kota (Pemkot) Yogyakarta menerapkan aturan "Dilarang Merokok" di kawasan Malioboro 

TRIBUNPONTIANAKTRAVEL- Ketika berlibur ke Jogja, rasanya kurang pas jika belum mampir ke kawasan Malioboro.

Sebagai satu di antara  destinasi populer, Malioboro merupakan jantung kota Jogja yang selalu menarik untuk dikunjungi.

Bagi traveler yang memiliki rencana liburan ke Malioboro, kini ada aturan baru yang wajib kamu ketahui dulu ya!

Nah, Tribuners! bagi wisatawan yang datang ke Malioboro sekarang sudah tidak bisa merokok sembarangan.

Baca juga: Mau Ngopi Sambil Nikmati Pemandangan Gunung Merapi? ke Warung Kopi Merapi Aja

Pemerintah Kota (Pemkot) Yogyakarta menerapkan Kawasan Tanpa Rokok (KTR) di Malioboro.

Penerapan aturan tersebut sudah berlaku sejak Kamis (12/11/2020) lalu.

Menurut Wakil Wali Kota Yogyakarta Heroe Poerwadi, sanksi yang diterapkan jika masyarakat atau wisatawan melanggar adalah denda maksimal Rp 7,5 juta.

Sanksi diatur pada peraturan daerah (Perda) nomor 2 tahun 2017.

Jalan Malioboro
Jalan Malioboro (Tribun Jogja)

"Sosialisasi, lewat teman-teman Jogoboro maupun tim yang dibentuk Dinas Kesehatan untuk sosialisasi," kata saat dihubungi Kompas.com, Jumat (13/11/2020).

Heroe melanjutkan, selama ini banyak orang yang memakai masker menaruh di dagu karena alasannya sedang merokok.

Dengan kawasan tanpa rokok, tidak ada lagi orang alasan memakai masker di dagu.

Meski Malioboro telah diterapkan sebagai KTR, pedagang asongan yang menjual rokok masih diperbolehkan berjualan.

Baca juga: Rekomendasi 7 Kuliner Malam Jogja, Nikmat dan Harus Dicoba

Baca juga: Intip Destinasi Liburan Jogja, Selain Candi!

Menurut Heroe, tujuan penerapan KTR di Malioboro adalah sekaligus untuk mencegah penyebaran Covid-19 di lingkungan Malioboro.

Adapun, sebenarnya rencana awal KTR di Malioboro akan dideklarasikan Selasa (24/3/2020).

Namun, saat itu status tanggap darurat Covid-19 ditetapkan di DIY, sehingga mundur pada Kamis (12/11/2020).

KTR diterapkan sepanjang Malioboro.

Baca juga: Cobain 5 Street Food di Bogor, Mulai dari Lumpia Basah hingga Manisnya Bir Kotjok

Baca juga: Tak Perlu Jauh ke Nepal, Ini Dia Wisata Magelang yang seperti Berada di Desa Pegunungan Himalaya

Empat Smoking Area

Namun, ada 4 smoking area, yakni di Taman Parkir Abu Bakar Ali, utara Malioboro Mall, utara Ramayana, dan lantai III Pasar Beringharjo.

"Kita tambahkan protokol kesehatan di kawasan Malioboro yang awalnya hanya 4 M menjadi 4M+1TM, yaitu memakai masker, menjaga jarak, mencuci tangan, dan menghindari kerumunan. Sekarang kita tambah tidak merokok," ujar Heroe.

Ia melanjutkan, rokok diisap dan diembuskan melalui bibir sebagai bagian tubuh yang bisa menyebarkan Covid-19.

Ikuti kami di

BERITA TERKINI

© 2022 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved