Sotong Pangkong Pontianak

Sotong Pangkong dan Tradisi Usai Bukber

TribunPontianakTravel akan menjelaskan secara singkat mengenai Sotong Pangkong kuliner Ramadhan khas Pontianak

Penulis: Rizki Fadriani
Editor: Rizki Fadriani
TRIBUNTRAVEL.COM//RIZKI FADRIANI
Tampak ukuran sotong yang kian melebar dan memanjang usai di pangkong serta menjadikan sotong lebih lembut, belum lama ini. 

PONTIANAK - Sudah makan Sotong Pangkong di bulan puasa ini?

Bagi kalian warga luar Pontianak jangan mengernyitkan kening dulu dan bertanya-tanya apa sih Sotong Pangkong. Di artikel ini, TribunPontianakTravel akan menjelaskan secara singkat mengenai Sotong Pangkong kuliner Ramadhan khas Pontianak lho, jadi baca sampai selesai ya.

Kuliner satu ini berbahan dasar sotong (cumi) yang sudah dikeringkan, lalu dibakar dan di "pangkong". Nah istilah "pangkong" ini, merupakan bahasa Pontianak yang berarti pukul. Jadi Sotong Pangkong adalah sotong yang dipukul.

Nah Tribuners, setelah di pangkong, ukuran sotong dapat berubah hampir dua kali lipat dari ukuran aslinya lho.

Menurut penjual Sotong Pangkong "Dokter Buddi", untuk memangkong sotong ada tekniknya, agar sotong dapat menjadi lebih lebar dan lebih lembut.

Video: Convers Ayani Mega Mall Diskon Hingga 40 Persen!

Video: Diskon Jelang Idul Fitri, Matahari Tutup Pukul 6 Sore

Sotong Pangkong ini disajikan dengan dua jenis sambal, yakni sambal ebi dan sambal kacang. Masing-masing sambal memiliki karakter rasa yang berbeda.

"Yang buat nikmat, ya sambalnya," papar penjual Sotong Pangkong "Dokter Buddi".

Sambal kacang lebih ke rasa manis, sedangkan ebi menonjolkan karakter sambal pedas gurih yang bikin nagih.

Untuk menikmati Sotong Pangkong, juga ada beragam cara, ada yang mencolet sotong dengan sambal, ada yang merendam sotong dalam sambal hingga mengembang dan ada yang meminum sambal!

Tapi serius lho Tribuners, sambalnya ajibbb bikin nagih!

Untuk menemukan Sotong Pangkong sangatlah mudah Tribuners, seperti menjentikkan jari, hehe. Kalian hanya perlu menuju Jalan Merdeka.

Bayangkan saja, sepanjangan jalan dari ujung ke ujung, kalian akan menyaksikan puluhan gerobak Sotong Pangkong dengan riuhnya mendendangkan ayunan palu yang bertubi-tubi hingga tengah malam.

Dalam sebuah gerobak, tampak beragam ukuran sotong yang dapat dinikmati, belum lama ini.
Dalam sebuah gerobak, tampak beragam ukuran sotong yang dapat dinikmati, belum lama ini. (TRIBUNTRAVEL.COM)

Tapi itu hanyalah kenangan Tribuners. Semenjak Corona naik daun, aktivitas di Jalan Merdeka sudah sepi. Kalian bahkan bisa salto di tengah jalan.

Rata-rata penjual Sotong Pangkong di kawasan Merdeka ini sudah pada sepuh, seperti penjual Sotong Pangkong "Dokter Buddi" ini, ia sudah menjual Sotong Pangkong sejak 11 tahun lalu.

"Di tahun-tahun yang lalu mungkin sepanjang Jalan Merdeka ini bisa menghabiskan satu ton sotong," curhatnya mengenang masa kejayaan Sotong Pangkong.

Namun berbeda dengan tahun ini, Jalanan Merdeka tampak lesu karena pemerintah telah menutup akses jalan dari dan ke Jalan Merdeka saat malam, sehingga tidak ada lagi tradisi "nyotong abis bukber (buka bersama)".

Ketika ditanyai Tribun perihal kecocokan lidah orang Pontianak dan lidah orang luar, dengan antusias ia menceritakan pengalamannya kedatangan pelanggan warga Amerika yang menggilai Sotong Pangkong.

"Dulu ada bule Amerika yang dibawa temannya makan sotong di sini. Saking rindunya, dia minta kirimkan sotong ke Amerika sana dan minta difotoin Sotong Pangkong", ungkapnya.

Jalan Merdeka ini dulunya merupakan jalan favorit jika bulan puasa tiba. Pasalnya semua masyarakat Pontianak berkumpul di sini, untuk menikmati Sotong Pangkong.

"Ini tempat wajib abis bukber. Kalau nggak makan Sotong Pangkong abis bukber, nggak sah. Tapi sekarang semenjak Corona, ndak Ade agik tradisi itu," cerita Imam, penikmat Sotong Pangkong.

Ikuti kami di

BERITA TERKINI

© 2021 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved