Kisah Tatung Singkawang

Begini Kisah Kakak Beradik Tatung di Singkawang

Tidak semua orang dapat menjadi Tatung. Sebelum menjadi Tatung, ada serangkaian kisah sulit yang harus dilaluinya.

Begini Kisah Kakak Beradik Tatung di Singkawang
TRIBUNTRAVEL.COM/RIZKI FADRIANI
Atraksi Su Sian saat perayaan Cap Go Meh di Singkawang. 

SINGKAWANG - Tidak semua orang dapat menjadi Tatung, ungkap kedua kakak beradik yang sudah tiga tahun belakangan ini menjadi Tatung, yakni Susan dan Su Sian.

Sebelum menjadi Tatung, ada serangkaian kisah sulit yang harus dilaluinya.

Seperti Su Sian, ia menceritakan jika dulu ia sempat ingin bunuh diri ketika mengetahui bahwa ia adalah seorang Tatung.

Mulanya ia tidak ingin menjadi Tatung, karena menurutnya menjadi seorang Tatung itu bukanlah perkara mudah.

Wanita yang mengenakan kaos hitam bermotif naga emas ini mengutarakan, jika ia malu ketika diarak keliling kota dan disaksikan oleh banyak orang.

"Dulu kan Tatung itu laki-laki, jarang ada perempuan," ungkapnya.

Tatung Dewi Naga Laut yang juga turut meramaikan pawai Tatung di Singkawang.
Tatung Dewi Naga Laut yang juga turut meramaikan pawai Tatung di Singkawang. (TRIBUNTRAVEL.COM//RIZKI FADRIANI)

Perempuan yang dirasuki oleh Dewi Naga Emas atau Kim Liung Nyiong Nyiong ini menceritakan, sebelum menjadi Tatung awalnya merasa ada yang mengikuti dan seperti mau dirasuki. Ia menolak, hingga akhirnya sang ayah yang telah mengetahui anak perempuannya bisa menjadi Tatung, memberitahunya.

"Kamu sudah bisa," ungkap Su Sian memeragakan ucapan ayahnya.

Mendengar hal itu sontak ia pun menangis, menangis setiap hari bahkan ingin bunuh diri.

Hingga akhirnya sang ayah menjelaskan jika menjadi Tatung adalah keturunan dan tidak bisa dihindari. Jadi mau tidak mau ia pun harus menerimanya dan menurutnya mungkin ini sudah menjadi takdir.

Halaman
123
Ikuti kami di
Penulis: Rizki Fadriani
Editor: Rizki Fadriani
KOMENTAR

BERITA TERKINI

berita POPULER

© 2020 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved