Makan Saprahan

Makan Bersaprah Tak Pandang Status Sosial

Makan bersila saling berhadapan satu sama lain merupakan tradisi masyarakat Melayu Kalbar yang dikenal dengan Saprahan.

Penulis: Rizki Fadriani
Editor: Rizki Fadriani
TRIBUNTRAVEL.COM/RIZKI FADRIANI
Sajian Saprahan modern yang dapat dijumpai di Pontianak. 

PONTIANAK - Makan bersila saling berhadapan satu sama lain tanpa memandang status sosial merupakan satu di antara tradisi yang dimiliki oleh suku Melayu Kalimantan Barat yang dinamai dengan Makan Saprahan.

Tradisi Makan Saprahan memiliki makna duduk sama rendah berdiri sama tinggi.

Prosesi saprahan begitu kental dengan makna filosofis, intinya menekankan pentingnya kebersamaan, keramahtamahan, kesetiakawanan sosial, serta persaudaraan. 

Pasir Kinetik Hadir di Rainbow Garden!

Pasir Ajaib, Mudah Dibentuk dan Diminati Segala Usia!

Makan Saprahan dapat kalian jumpai dalam kegiatan adat di Kalimantan Barat lho Tribuners, khususnya pada suku Melayu.

Namun prakteknya saat ini, saprahan dapat dijumpai di beberapa rumah makan di Pontianak dengan konsep yang lebih modern.

Dan dengan lauk yang lebih menyesuaikan.

Saprahan memiliki makna bahwa makan harus bersama sama serempak mulai menyusun dari atas hingga ke bawah atau dari yang tertua hingga yang muda.

Ikuti kami di

BERITA TERKINI

© 2021 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved