Ngopi di Pontianak

Warkop Aming Haji Abbas Wajib Dikunjungi!

Nah kali ini, TribunPontianakTravel akan membawa kalian ke Aming Coffee yang telah melegenda hingga ke luar pulau Kalimantan.

Warkop Aming Haji Abbas Wajib Dikunjungi!
TribunTravel.com/Rizki Fadriani
Tampak plang Aming Coffee yang terpampang di depan bangunan. 

PONTIANAK - Siang-siang gini lagi pada ngapain? Ngopi yuk! TribunPontianakTravel ada rekomendasi tempat nongki-nongki seru dan yang pasti punya nilai tradisional lho.

Nah kali ini, TribunPontianakTravel bakal ngajak kalian ke Aming Coffee yang telah melegenda hingga ke luar pulau Kalimantan itu.

Kalian harus tau ni, kalau Aming Coffee bahkan sudah memiliki cabang hingga ke Jakarta, Bogor dan Solo.

Aming Coffee atau Warung Kopi (Warkop) Aming ini, berada di Jalan H. Abbas Pontianak.

Wow Rumah Datok Ajak Pengunjung Bernostalgia!

Setelah masuk ke Jalan H. Abbas kalian akan melihat plang nama berwana kuning pekat bertuliskan "Aming Coffee Tradisi Sejak 1970".

Nah itu artinya, kalian sudah sampai di Warkop Aming.

Saran saja ni Tribuners, jika mau menikmati kopi Aming, ada baiknya kalian tidak datang di jam makan siang hingga malamya.

Karena di jam tersebut akan dipenuhi oleh anak muda yang menghabiskan waktu untuk kongkow asik bersama orang terdekat dengan menyeruput nikmatnya Kopi Aming.

Bahkan ni Tribuners, tak jarang kalian melihat orang yang tidak saling mengenal untuk duduk bersama, mereka datang hanya semata-mata untuk menikmati segelas kopi tanpa peduli dengan siapa mereka duduk.

Suasana meja pramusaji Aming Coffee.
Suasana meja pramusaji Aming Coffee. (TribunTravel.com/Rizki Fadriani)

Kalian perlu tau nih Tribuners, jika Warkop Aming berdiri tahun 2002.

Namun, kopi bubuknya telah ada sejak tahun 1970.

Ketika masuk ke Warkop Aming, kalian akan melihat meja pramusaji yang di depannya lengkap dengan segala aksesoris pembuat kopi.

Mulai dari teko-teko alumunium yang berukuran tinggi, cangkir, toples-toples kopi dan yang lainnya.

Lalu di sisi kirinya akan terlihat meja dan kursi yang tersusun menyesuaikan jumlah orang yang berada di meja tersebut hingga ke dalam ruko.

Di warkop ini setidaknya menyediakan 100 kursi yang selalu dipenuhi pengunjung.

Ikuti kami di
Penulis: Rizki Fadriani
Editor: Rizki Fadriani
KOMENTAR

BERITA TERKINI

berita POPULER

© 2020 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved