Wisata di Pontianak

Lomba Perahu dan Makan Saprahan, Tradisi Rutin Warga Pesisir Sungai!

Perlombaan perahu sangat identik dengan Robo'-robo', karena melambangkan usaha untuk menyelamatkan Nabi Yunus as yang ditelan oleh ikan Nun dan dimun

Lomba Perahu dan Makan Saprahan, Tradisi Rutin Warga Pesisir Sungai!
TribunTravel.com/Rizki Fadriani
Sungai Kakap yang dipenuhi pengunjung untuk menyaksikan lomba perahu. 

KUBURAYA - Lomba perahu menjadi kegiatan rutin dalam kegiatan Robo'-robo' di Desa Sungai Kakap Kubu Raya.

Menurut Tetua Adat Sungai Kakap, Asraka menyampaikan jika perlombaan perahu sangat identik dengan Robo'-robo', karena melambangkan usaha untuk menyelamatkan Nabi Yunus as yang ditelan oleh ikan Nun dan dikeluarkan tepi laut.

Antusisme masyarakat menantikan lomba perahu.
Antusiasme masyarakat menantikan lomba perahu. (TribunTravel.com/Rizki Fadriani)

Begitu Memukau, Ini Dia Rumah Ikonik yang Berada di Tengah Kota Pontianak!

Ajak Bernostalgia, Rumah Datok Berikan Hari Spesial Tembang Kenangan!

Ia juga menyampaikan pada zaman Nabi Luth as, dalam satu hari masyarakat tidak boleh makan di dalam rumah dan makan di luar seperti kegiatan Robo'-robo' ini.

Sehingga dalam pengaplikasiannya, saat kegiatan Robo'-robo' masyarakat harus makan bersama di luar rumah.  

Dalam prakteknya, masyarakat duduk bersila saling berhadapan satu sama lain tanpa memandang status sosial dan makan bersama, menjadi satu di antara tradisi yang dimiliki Kalimantan Barat yang dinamai dengan Saprahan.

Tradisi makan saprahan memiliki makna duduk sama rendah berdiri sama tinggi.

Prosesi saprahan begitu kental dengan makna filosofis, intinya menekankan pentingnya kebersamaan, keramahtamahan, kesetiakawanan sosial, serta persaudaraan. 

Saprahan memiliki makna bahwa makan harus bersama sama serempak mulai menyusun dari atas hingga ke bawah atau dari yang tertua hingga yang muda.

Suasana makan saprahan di Desa Sungai Kakap.
Suasana makan saprahan di Desa Sungai Kakap. (TribunTravel.com/Rizki Fadriani)

Sedangkan Robo'-robo' itu sendiri merupakan tradisi yang rutin digelar oleh masyarakat pesisir sungai Kalimantan Barat disetiap Rabu terakhir di bulan Safar untuk menolak bala.

Robo'-robo' merupakan acara buang bala atau buang sial dalam kebudayaan masyarakat Bugis di Kalimantan Barat.

Namun dalam aplikasinya, dewasa ini tidak hanya suku Bugis saja yang berpartisipasi dalam kegiatan Robo'-robo', ada suku Melayu, Dayak, Cina, Jawa dan Madura. 

Ikuti kami di
Penulis: Rizki Fadriani
Editor: Rizki Fadriani
KOMENTAR

BERITA TERKINI

berita POPULER

© 2020 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved