Wisata Pontianak

Speed Terapung jadi Solusi, Simak Kisah Nazwa Berikut Ini!

Speed terapung menjadi saranan berjualan warga Pontianak di sepanjang Taman Alun Kapuas.

Speed Terapung jadi Solusi, Simak Kisah Nazwa Berikut Ini!
TRIBUNTRAVEL.COM
Aksi Nazwa, pedagang makanan di Taman Alun Kapuas yang menggunakan speed terapung untuk berjualan. 

PONTIANAK - Speed terapung menjadi saranan berjualan warga Pontianak di sepanjang Taman Alun Kapuas.

Taman ikonik warga Pontianak ini, memang sudah menjadi taman andalan warga Pontianak.

Di taman ini masyarakat dapat secara langsung menyaksikan sungai terpanjang di Indonesia lho Tribuners.

Wow, Begini Serunya Mengarungi Sungai Terpanjang Indonesia! Sunset dan Teh Hangat Bikin Syahdu

Tanjak Melayu jadi Spot Foto Instagramable!

For Your Information (fyi) ni Tribuners, beberapa tahun silam, pemerintah telah melarang pedagang kaki lima (PKL) untuk menjajakan dagangan mereka di area taman.

Larangan ini menimbulkan inovasi baru dari para pedagang untuk membuat speed terapung sebagai sarana berjualan di tepian Taman Alun Kapuas.

Satu di antara pedangan yang menggunakan speed terapung yakni Nazwa, menceritakan sedikit kisahnya untuk menuju Taman Alun Kapuas demi berjualan sosis dan jagung bakar.

Dirinya harus manarik speed terapung tersebut menggunakan sampan dari Keraton Kadariah hingga ke tepian Taman Alun Kapuas.

Untuk sampai ke Taman Alun Kapuas diperlukan waktu sekitar 10-15 menit ketika air pasang, dan jika air sedang surut ia bisa menghabiskan waktu hampir satu jam untuk sampai di Taman Alun Kapuas.

Di speed terapung, ia menjual aneka camilan, seperti sosis goreng atau bakar, jagung bakar dan minuman ringan lainnya. 

Dan tak jarang ia merasa mabuk laut akibat speed yang bergoyang-goyang.

Speed terapung yang jadi andalan para pedagang mencari nafkah disekitaran Taman Alun Kapuas.
Speed terapung yang jadi andalan para pedagang mencari nafkah disekitaran Taman Alun Kapuas. (TRIBUNTRAVEL.COM/RIZKI FADRIANI)

"Kadang waktu ada kapal besar lewat, gelombangnya besar jadi guncangannya juga besar dan saya sering mabuk juga. Kalau berjualan harus berdiri, kalau duduk bisa mabuk karena saya belum terbiasa," ungkapnya sembari memanggang sosis.

Nah, kapan lagi kalian menikmati sungai terpanjang di Indonesia dengan biaya yang istimewa murahnya hehe.

Yuk ramai-ramai kita jaga taman ini agar kelak dapat dinikmati oleh anak dan cucu kita di masa yang akan datang.

Ikuti kami di
Penulis: Rizki Fadriani
Editor: Rizki Fadriani
KOMENTAR

BERITA TERKINI

berita POPULER

© 2020 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved